Duh, Jumpa Pers Alumni PA 212 Dibubarkan Aparat Gabungan TNI-Polisi

Minggu, 22 November 2020 – 03:05 WIB

Jumpa Pers Alumni PA 212 Dibubarkan Anggota TNI-Polri (Foto:Istimewa)

Jumpa Pers Alumni PA 212 Dibubarkan Anggota TNI-Polri (Foto:Istimewa)

SUKOHARJO, REQNews - Suasan yang tenang tiba-tiba gaduh ketika aparat TNI dan Polisi memasuki ruangan jumpa pers yang diadakan oleh Alumni PA 212 Jawa Tengah, Sabtu, 21 November 2020.

Dalam jumpa pers tersebut Alumni (PA) 212 membancakan Pernyataan sikap yang dituangkan dalam surat terbuka kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dibubarkan oleh aparat gabungan TNI-POLRI.

Tiba-tiba dengan menggunakan pengeras suara, aparat keamanan meminta agar yang hadir dalam konferensi pers itu untuk mematuhi protokol kesehatan.

Tak hanya itu, dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas meminta jalannya konfrensi pers yang dilakukan alumni PA 212 untuk segera diakhiri saat itu juga.

"Maaf, kepada semua yang hadir dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Ini masih dalam masa pandemi Covid-19, tetap gunakan masker, jaga jarak, "ungkap Kapolsek Baki AKP Riyadi yang mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Sabtu, 21 November 2020.

Dalam Acara tersebut, Persaudaraan Alumni (PA) 212 membuat surat terbuka menyusul pencopotan spanduk atau baliho Habib Rizieq oleh prajurit TNI yang diperintahkan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Wakil Ketua Bidang Strategis Perjuangan Endro Sudarsono menyesalkan pencopotan spanduk itu dilakukan langsung oleh TNI.

Menurut Endro, tugas pencopotan balihoi tu bukan tugas dari TNI. Melainkan tugas dari Satpol PP untuk menurunkan atau menertibkan baliho.

TNI, ungkap Endro, sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 pasal 7 ayat (1) tugas pokoknya bukan menurunkan baliho.

Namun, tugas pokok TNI sesuai dengan Undang-undang adalah menegakan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.

Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

"Untuk itu kami dari persaudaraan alumni (PA) 212 provinsi Jawa Tengah memohon kepada Panglima TNI Marsekal Jadi Tjahjanto untuk bersama rakyat mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman separatisme, terorisme serta komunisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia,"ujar Endro di Gentan, Baki, Sukoharjo, Sabtu 21 November 2020.

Selain itu, dalam surat terbuka, Persaudaraan Alumni (PA) 212 Jawa Tengah juga meminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, serta tetap bekerja secara profesional tetap berada pada tugas dan fungsi pokoknya tanpa harus keluar dari kewenangannya.