Duh.. Panglima TNI Samakan Tanda Pagar dengan Propaganda

Minggu, 22 November 2020 – 06:31 WIB

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

JAKARTA, REQnews - Di era digital seperti saat ini, media sosial kerap menjadi sumber informasi bagi banyak orang. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa media mainstream yang ada saat ini telah ditunggangi untuk kepentingan kelompok tertentu.

Namun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berbicara mengenai sejumlah isu hangat di media sosial akhir-akhir ini menyinggung narasi yang membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Pernyataan itu disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam acara webinar 'Pelatihan Sinergi Anak Bangsa dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara dari Aksi Separatisme di Dunia Maya' seperti dalam keterangan tertulis Puspen TNI, Sabtu, 21 November 2020.

Menurutnya, saat ini banyak isu yang membuat masyarakat menjadi terpecah. "Isu-isu tersebut, bila kita lihat, membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi, dan dibenturkan satu sama lain. Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," kata Hadi.

Hadi juga menyoroti ancaman separatisme dengan menggunakan media sosial yang bertujuan propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI. Menurut dia, aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi juga sudah berkembang melalui internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya.

Hadi mengatakan dunia maya memang telah berdampak positif bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, kata Hadi, dunia maya juga membawa sisi negatif yang perlu diantisipasi oleh semua pihak. "Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat saraf," ujarnya.

"Sekarang kita mengenal hashtag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," sambung Hadi. Dalam kesempatan itu, Hadi mengajak semua pihak menyatukan pandangan dan persepsi dalam tindakan dan rencana aksi. Selain itu, Hadi menekankan pentingnya kerja sama lintas sektoral untuk membangun bangsa Indonesia ini.

"Oleh karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang dilakukan secara komprehensif, integral, dan terpadu. Diperlukan sinergi untuk negeri," imbuhnya.