Deportasi Jadi Senjata Baru, Prancis Kian Biadab terhadap Muslim

Senin, 23 November 2020 – 04:03 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron

JAKARTA, REQnews - Pemerintahan Prancis di bawah kepemimpinan Emmanuel Macron semakin bertindak semena-mena terhadap komunitas Muslim di negara tersebut.

Terbaru, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyebut, negara dapat menindak pidana para orang tua Muslim yang protes terhadap ditampilkannya karikatur Nabi Muhammad SAW di sekolah.

"Para orang tua yang mendatangi seorang guru memberitahu mereka berhenti menunjukkan kartun, yang dilindungi kebebasan berbicara, besok akan menjadi tindakan kriminal. Pelanggaran," kata Darmanin kepada Europa 1, seperti dikutip pada Minggu 22 November 2020.

Jika masih tidak terima, Darmanin menyatakan pemerintah Prancis punya hak untuk mendeportasi komunitas Muslim.

"Jika Anda adalah orang asing yang melakukan kejahatan ini, Anda dapat meninggalkan negara ini," ucap Darmanin.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron terus-menerus menyatakan karikatur Nabi Muhammad adalah bentuk kebebasan berbicara. Namun, para kritikus menuduh Macron secara politik mengeksploitasi serangan teror baru-baru ini untuk menarik pemilih sayap kanan.

Beberapa hari lalu, Macron mendeklarasikan 'Piagam Nilai-nilai Republik' kepada komunitas Muslim di Prancis.

Parahnya, Macron mengultimatum Dewan Prancis untuk Kepercayaan Muslim (CFCM) menerima piagam tersebut dalam kurun waktu 15 hari.