TNI Cabut Baliho Rizieq Dikritik, Pangdam Jaya: Sudah Sesuai Prosedur

Minggu, 22 November 2020 – 19:32 WIB

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (foto: istimewa)

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (foto: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pencabutan baliho Rizieq Shihab oleh pasukan TNI di berbagai titik di Jakarta menuai kritik dari banyak pihak.

Namun, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menyebut, pencabutan baliho yang merupakan perintahnya tersebut, sudah dilakukan sesuai prosedur.

"Jadi sudah dilakukan sesuai prosedur, tetapi memang yang disorot itu saat pencopotan oleh TNI doang. Padahal kan kita punya satgas Satgas PDPK (Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan)," kata Dudung, seperti dikutip dari Merdeka, Minggu 22 November 2020.

Dudung juga menegaskan, ia tidak akan tinggal diam dengan banyaknya baliho Rizieq yang tersebar di ibu kota, namun tidak ada izin serta mengandung kalimat-kalimat provokatif.

"Kalau kayak gitu masa kita mau diam saja, sekarang tidak ada izin segala macam, tapi bahasa-bahasanya memprovokasi, maka kita ambil tindakan," ujar Dudung.

Ia menjelaskan, TNI harus turun tangan karena FPI sempat melakukan aksi protes ketika Satpol PP dan polisi yang mencopot baliho-baliho itu.

"Kemudian sudah dilepas, dicopoti. Tetapi didemolah sama anggota FPI. Nah Satpol PP ketakutan itu. Padahal, sebelumnya sudah dapat 338 baliho," ujar jenderal TNI bintang dua tersebut.