Tak Cuma Garang Soal Baliho, TNI-Polri Mau Unjuk Gigi Jelang HUT OPM

Selasa, 24 November 2020 – 10:32 WIB

Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Organisasi Papua Merdeka (OPM)

JAKARTA, REQnews - Aksi beringas dan sadis Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menimbulkan banyak korban jiwa baik warga sipil maupun aparat TNI-Polri.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menumpas gerakan separatis tersebut. Namun hingga kini, keberadaan OPM masih tetap eksis dan malah semakin sadis.

Sayangnya, upaya aparat dalam memburu OPM seolah tenggelam dengan adanya peristiwa yang saat ini masih hangat dan menjadi perbincangan masyarakat, yaitu soal penurunan baliho bergambar pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab, yang dilakukan oleh anggota TNI atas perintah Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman.

Banyak yang pihak yang menyayangkan aksi tersebut, karena dianggap justru menjatuhkan wibawa para anggota TNI. Sebab, penertiban baliho sejatinya adalah tugas aparat Pemda, dalam hal ini adalah Satpol PP. Banyak warganet yang berkomentar agar sebaiknya aparat TNI menyelesaikan permasalahan yang mengancam keamanan negara, salah satunya adalah menumpas OPM.

Menjelang HUT OPM, TNI-Polri akan melakukan patroli besar. Patroli tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di tanah Papua. "Polri bersama TNI yang akan melaksanakan patroli besar terkait dengan mengantisipasi, mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 23 November 2020.

Awi menuturkan, Polri bersama TNI juga akan menggalang tokoh agama hingga tokoh adat untuk menstabilkan kondisi di sana. Menurutnya, hal itu dilakukan agar suasana kondusif tetap terjaga dan masyarakat dapat tenang melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Kemudian Polri bersama TNI juga melakukan penggalangan-penggalangan kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh suku, sehingga masyarakat di sana bisa secara kondusif melaksanakan kehidupan sehari-hari di bawah naungan NKRI," tuturnya.

Lebih lanjut Awi mengatakan, Polri berharap agar tidak ada pihak-pihak yang menggelar kegiatan atau acara pada 1 Desember mendatang. Sebab Awi menyampaikan bahwa OPM bertentangan degan undang-undang.

"Dan kita berharap tidak ada yang berusaha melaksanakan acara-acara memperingati 1 Desember yaitu hari OPM ya. Tentunya kita mengetahui bersama bahwa OPM itu inkonstitusional, jadi tentunya kita mengimbau masyarakat khususnya rekan-rekan kami yang di Papua untuk tidak melaksanakan hal tersebut," imbuhnya.