Gatot Nurmantyo Sebut Jangan Ikut Pimpinan TNI Pelacur Politik, Sindir Siapa Ya?

Rabu, 25 November 2020 – 07:02 WIB

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Foto:Istimewa)

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Video pidato mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo viral di media sosial. Banyak orang mengaitkan orasi Gatot  dengan sikap Pangdam Dudung yang diduga terlibat dalam kegiatan politik sipil.

Seperti diketahui Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman, sempat membuat pernyataan agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan bila perlu.

Bahkan, Dudung dengan lantang mengungkapkan bahwa dirinyalah yang memerintahkan para prajurit TNI untuk menurunkan baliho-baliho bergambar Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab di sejumlah wilayah Ibu Kota Jakarta.

Video orasi Gatot ini diunggah akun Youtube Aswaja TV pada Minggu, 21 November 2020, yang berjudul ‘Tamparan Keras Jenderal Gatot Nurmantyo kepada Pangdam Jaya yang Ingin Bubarkan FPI’.

Dalam video itu, Gatot mengingatkan para prajurit TNI harus netral, termasuk Polri. Menurut dia, apabila ada pimpinan-pimpinan TNI di wilayah yang mengajak tidak netral, membantu salah satu, maka disebut pengkhianat dan pelacur politik yang menjual institusi untuk kepentingan pribadi.

“Pemimpin-pemimpin seperti ini suatu saat rela mengorbankan nyawa anak buah untuk kepentingan pribadi. Saya ingatkan ini,” kata Gatot dikutip dari Youtube pada Selasa, 24 November 2020.

Ia mengatakan, TNI adalah anak kandung rakyat, sehingga seluruh prajurit TNI harus netral ketika rakyat berkelahi. Sebab, rakyat percaya bahwa TNI sebagai penengah. “Semoga didengar oleh seluruh prajurit TNI. Jangan ikuti pemimpin yang menjual TNI, jangan ikuti pemimpin yang pelacur politik,” ujarnya.