Mutilasi Istri Demi Selingkuhan, Praka Martin Dipecat dari TNI

Rabu, 25 November 2020 – 06:03 WIB

Persidangan militer (Foto:Istimewa)

Persidangan militer (Foto:Istimewa)

MEDAN, REQNews - Praka Martin Priyadi Nata Candra Chaniago dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan dipecat dari TNI, karena telah melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada istrinya.

Pengadilan ini dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Letkol Sus Sariffuddin Tarigan di Pengadilan Militer I-02 Medan, Sumatera Utara, Selasa, 24 November 2020.

"Terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama. Menjatuhi terdakwa dengan pokok pidana penjara selama 20 tahun, pidana tambahan dipecat dari dinas militer," kata hakim dalam sidang yang digelar di ruang Sisingamangaraja XII.

Praka Martin hadir di ruang persidangan dengan berpakaian dinas lengkap, mengenakan masker, serta mendapat pengawalan ketat dari Provost TNI AD.

Dikatakan Hakim adapun yang meringankan hukuman terdakwa, yakni Martin mengaku bersalah dan memohon agar diberi kesempatan hidup.

Selain itu, hakim mempertimbangkan anak terdakwa yang masih berusia 7 tahun yang sudah kehilangan ibu.

Usai membacakan tuntutan, didampingi hakim anggota masing-masing Letkol Chk Sudiyo, serta Mayor Sus Ziky Suryadi, Ketua Majelis Hakim mempersilahkan Martin memilih apakah setuju dengan putusan tersebut, berpikir dengan waktu 7 hari atau ingin melakukan banding.

Setelah diberi waktu, berdiskusi sejenak dengan kuasa hukumnya, Martin memutuskan untuk memilih berpikir dulu atas putusan tersebut.

Dalam sidang tersebut, Hakim Sariffuddin juga menasehati Martin agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

"Jangan lagi mengulangi kesalahan tersebut, karena saudara masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, saudara sudah merasakan bahwa hidup itu sangat mahal. Minta maaf pada anakmu dan ibu yang mengandungmu," kata Hakim.

Diberitakan sebelumnya tetangga curiga istri Praka Martin, Ayu Lestari (26) menghilangnya dan tetangga melapor kepada komandan yang langsung mengerahkan segenap jajarannya untuk mencari keberadaan Ayu.

Lantas, kesatuan tentara Tapanuli Tengah mengabari kesatuan tentara yang berada di Bandung untuk mengabarkan menghilangnya Ayu.

Mendapat kabar menghilangnya putri kesayangannya, ayah Ayu yang saat itu tengah bertugas di Lombok serta merta menelepon menantunya, Praka MP.

Namun, Praka MP menjawab dengan santai dan hanya mengatakan bahwa Ayu menghilang.

lalu masyarakat dihebohkan dengan penemuan tulang belulang manusia di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Ternyata korban mutilasi adalah Ayu Lestari. Menurut informasi, kasus pembunuhan ini terjadi sekitar sebulan sebelum penemuan tulang belulang korban.

Belakangan diketahui bahwa Praka MP yang membunuh Ayu dan rupanya Praka MP memiliki selingkuhan yang juga turut membantu dalam upaya membunuh istrinya sendiri.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara.

Adapun barang bukti tersebut berupa tengkorak kepala yang sudah rusak, tulang betis, tulang rusuk, jilbab berwarna kuning, sepasang sepatu warna hitam, baju warna putih bergaris warna biru, dan celana jeans warna biru.

Ayu dibunuh secara sadis oleh suaminya, di bantu oleh selingkuhanya, sebelum dimutilasi. Ayu dibunuh mengunakan linggis, bahkan saat Ayu masih sadar, sang suami memukul dengan kejam hingga tewas.