Bos FPI Pekanbaru Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Rabu, 25 November 2020 – 07:31 WIB

FPI

FPI

MATA INDONESIA, JAKARTA - Polisi menetapkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru Husni Thamrin sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembubaran paksa aksi damai tolak Rizieq Shihab oleh 45 organisasi.

Husni dijemput oleh aparat pada Selasa 24 November 2020 sekitar pukul 04.00 dinihari WIB untuk diperiksa. Selain itu, polisi juga menetapkan anggota FPI lainnya, yakni M Nur Fajril sebagai tersangka.

"Benar, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, seperti dikutip dari Merdeka.

Menurut Nandang, kedua tersangka melakukan upaya pembubaran paksa saat aksi deklarasi tolak Rizieq, yang diinisiasi sejumlah massa dari 45 organisasi, termasuk NU, BEM, dan MUI pada Senin 23 November lalu.

"Pembubaran yang mereka lakukan merampas hak-hak warga negara untuk berpendapat dan berkumpul di muka umum," ujar Nandang.

Nandang menegaskan, pembubaran yang dilakukan FPI melanggar undang-undang. Sebab, setiap warga negara berhak dan bebas bersuara dan berpendapat di muka umum.