Firasat Apa? Komjen Antam Ditarik ke Mabes Sebelum Menteri Edhy Ditangkap KPK

Rabu, 25 November 2020 – 21:31 WIB

Komjen Antam (Foto: Istimewa)

Komjen Antam (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ada yang menarik dalam kasus penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu dini hari tadi. Yakni penarikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Komjen Pol Antam Novambar ke Mabes Polri. 

Perintah itu berlaku sejak 16 November 2020 lalu. Padahal masa jabatannya di KKP baru berakhir pada 1 Desember 2020.

Menjawab itu, Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono buka suara apakah penarikan Antam berkaitan dengan penangkapan Edhy. "Kalau tentang penangkapan silakan tanya ke KPK. Terkait TR (telegram) sudah jelas itu disebutkan dalam rangka pensiun, bulan ini beliau (Antam) pensiun," kata Awi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 25 November 2020.

Sebagai informasi, dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Idham Azis bernomor ST/3222/XI/KEP/2020, Antam ditarik dari jabatannya sebagai Sekjen dan dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati)Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) dalam rangka pensiun. Namun dia masih menempati posisi sebagai sekjen KKP.

Antam sebagai pejabat KKP sejak 16 Juni 2020. Hal itu telah sesuai dengan surat Kepres Nomor 94/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari, dan, dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebelumnya, Antam menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pada Juni 2016 dan juga pernah menduduki posisi Direktur Tindak Pidana Narkoba.

Sebelumnya Menteri KKP Edhy Prabowo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dia ditangkap pada Rabu 25 November 2020 dini hari di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Edhy diduga ditangkap karena izin ekspor benih lobster.

Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta setelah pulang dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Istri Edhy, Iis Rosita Dewi juga ikut ditangkap