Coreng Nama Jenderal Idham Azis, Stedy Nekat Perkosa Wanita di Perkebunan Lamet

Kamis, 26 November 2020 – 15:02 WIB

Ilustrasi Polri (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Polri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Berbekal identitas palsu sebagai polisi, ST alias Stedy (35) leluasa melakukan kasus pencurian hingga perkosaan. Aksi tersebut jelas mencoreng nama institusi Polri dan tak terkecuali Kapolri Jenderal Idham Azis.

Namun aksi kejahatan Stedy berakhir saat Timsus Maleo Polda Sulawesi Utara berkolaborasi dengan Resmob Polres Minahasa Tenggara, menciduknya pada Rabu 25 November 2020 pukul 00.30 Wita. Penangkapan terhadap ST alias Stedy si polisi gadungan ini dipimpin langsung oleh Katimsus Maleo, Kompol Elly Maramis, berdasarkan surat perintah Nomor : Sprin/846/VIII/OPS.1/2020, tanggal 25 Agustus 2020, LP/40/V/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg, LP/Vl/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg dan STPL/76/Xl/2020/Sek-Rat.

Diketahui, pada awal November 2020 lalu Stedy melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan. Perbuatan amoral itu terjadi saat dirinya berakting menjadi polisi gadungan dan menilang korban di Jalan Lingkar Lowu Utara. Korban diperkosa di Perkebunan Lamet, Kecamatan Ratahan.

Dalam penangkapan Stedy, polisi mengamankan tersangka beserta barang bukti yakni empat buah handphone, satu set home teater, motor Beat Street putih, dan baju sweater yang digunakan saat melakukan pencurian dan pemerkosaan. Selain itu, uang tunai sebesar Rp 170.000 dan empat buah dompet juga diamankan.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pelaku setelah diperiksa riwayat catatan kepolisian, ditemukan adalah seorang residivis kasus pencabulan dan pernah masuk penjara pada tahun 2010. "Pelaku juga sudah banyak melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Minahasa Tenggara dengan modus mengaku sebagai anggota Polri untuk menakut-nakuti calon korbannya," kata Abast.

Terkait dengan modus pelaku yang berpura-pura sebagai seorang polisi, Abast mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan lebih jeli melihat gerak-gerik dari polisi-polisi gadungan.
“Selain itu, waspada aksi kejahatan di mana saja, terutama di tempat-tempat sepi. Hindari melewati tempat sepi sendirian, apalagi di malam hari,” kata Abast kembali.