Kabareskrim Semprot Napoleon Bonaparte karena Namanya Disebut di Persidangan

Jumat, 27 November 2020 – 08:32 WIB

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, REQnews - Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo akhirnya bersuara terkait kesaksian mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang menyebut namanya dalam skandal kasus red notice Djoko Tjandra.

Sigit mempertanyakan sikap Irjen Napoleon. Menurutnya, jika benar Tommy Sumardi membawa-bawa nama Sigit lantas mengapa Napoleon menelan mentah-mentah omongan Tommy Sumardi. "Kan dia jenderal bintang dua dan pejabat utama. Seharusnya yang bersangkutan crosscheck apakah betul TS memang dapat restu dari saya," ujarnya, Kamis, 26 November 2020.

Sigit menyebut sikap Napoleon yang demikian sebagai suatu keanehan. "Agak aneh kalau ada orang yang membawa nama kita, dan orang itu langsung percaya begitu saja kalau mereka dekat dan mewakili orang itu," katanya.

"Faktanya saya tak pernah ragu usut tuntas kasus Djoko Tjandra. Siapa pun yang terlibat kami usut tanpa pandang bulu. Kalau kita terlibat kan logikanya sederhana, tak mungkin kita usut sampai ke akar-akarnya," tambah Sigit.

Sigit yakin hakim akan melihat fakta yang terjadi. Dia juga yakin hakim dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

"Pihak TS juga sudah membantah pengakuan dari NB. Kami meyakini Majelis Hakim pasti akan melihat fakta yang sesungguhnya. Mana yang suatu kebenaran dan mana hal yang mengada-ada," tutur dia.

Terakhir, Sigit menerangkan dirinya tak punya kewenangan memerintah Kadiv Hubungan Internasional untuk menghapus red notice. Dia menyebut kesaksian Napoleon tak masuk akal.

"Bareskrim tidak punya kewenangan memerintah Kadiv Hubinter menghapus Red Notice karena yang mengajukan red notice Kejaksaan, alasan yang tidak masuk akal pernyataan itu," tandas Sigit.

Untuk diketahui, Sigit adalah pihak yang memimpin pemulangan Djoko Tjandra dari Malaysia pada pertengahan tahun ini. Djoko Tjandra dibawa pulang setelah membuat heboh dengan mendatangi langsung Pengadilan Negeri Jaksel untuk mengajukan PK, padahal statusnya adalah buron.