Malaysia Kerahkan AL Hadapi Kapal Coast Guard Cina di Laut Cina Selatan, Mau Perang?

Jumat, 27 November 2020 – 17:02 WIB

Ilustrasi ketegangan di Laut Cina Selatan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi ketegangan di Laut Cina Selatan (Foto:Istimewa)

KUALA LUMPUR, REQNews - Malaysia mengerahkan kapal angkatan laut sebagai tanggapan atas gangguan yang datang dari Kapal coast guard Cina di sekitar lokasi eksplorasi hidrokarbon di Laut Cina Selatan.

Perseteruan itu diungkap Asia Maritime Transparency Institute (AMTI) di Center for Strategic and International Studies, lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat (AS), beberapa hari lalu.

Perseteruan dipicu oleh aksi kapal coast guard Cina yang mengganggu rig pengeboran dan kapal pemasok di lepas pantai Malaysia pekan lalu.

"Kapal Coast Guard Cina (CCG) 5402 mengganggu rig pengeboran dan kapal pemasoknya yang beroperasi hanya 44 mil laut dari Negara Bagian Sarawak Malaysia pada 19 November,” bunyi laporan AMTI, yang dikutip Anadolu Agency, Kamis, 26 November 202.

Menurut laporan tersebut, insiden tersebut terjadi setelah dua minggu meningkatnya ketegangan antara CCG dan RMN (Angkatan Laut Kerajaan Malayasia) di daerah tersebut.

Laporan AMTI mengatakan kapal Cina berangkat dari provinsi Hainan, China, pada 30 Oktober.

"Itu berhenti di pangkalan pulau buatan Cina di Subi dan Fiery Cross Reefs sebelum mendatangi stasiun di Luconia Shoals di zona ekonomi eksklusif Malaysia pada 2 November," lanjut laporan AMTI.

"Kapal CCG telah mempertahankan kehadiran yang hampir konstan di daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir yang difasilitasi oleh pusat logistik terdekat di pulau-pulau Spratly yang disengketakan."

Laut Cina Selatan—jalur penting untuk sebagian besar kapal pengiriman komersial dunia—berbatasan dengan Brunei, Kamboja, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Beijing mengklaim sekitar 90 persen dari kawasan laut tersebut, yang mencakup area seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi (1,4 juta mil persegi.