Djoko Tjandra: Johny Andrijanto yang Buat Surat Bebas COVID-19

Sabtu, 28 November 2020 – 04:04 WIB

Djoko Sugiarto Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali

Djoko Sugiarto Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali

JAKARTA, REQnews - Dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Djoko Tjandra mengatakan tidak pernah meminta dibuatkan surat bebas Covid-19 sebab dirinya telah memiliki surat tersebut yang dibuatnya di Malaysia dan berlaku internasional.

"Saya tidak pernah meminta buat dokumen Covid, karena saya memiliki surat tes di Malaysia. Jadi saya tidak pernah meminta. Bahwa saya punya surat tes dari Malaysia dan berdasarkan info yang kami dapat, surat tes itu berlaku di Internasional," ujar Djoko Tjandra saat diperiksa sebagai saksi silang dalam kasus surat jalan palsu, Jumat, 27 November 2020.

Djoko Tjandra sebelumnya menceritakan dirinya baru mengenal Anita Kolopaking setelah dikenalkan oleh Pinangki Sirna Malasari. Pada saat itu, Djoko menyebut Anita dikenalkan sebagai pengacaranya untuk kasus PK dan OJK.

"Saya kenal dengan Bu Anita tanggal 19 November 2019, beliau dikenalkan oleh Pinangki ke saya sebagai pengacara saya," kata Djoko.

Sedangkan terkait Prasetijo dan Johny Andrijanto, Djoko mengaku baru mengenal saat Anita menjemput dirinya di Bandara Supadio, Pontianak. Ia menyebut, Anita mengenalkan Prasetijo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.

"Waktu dikenalkan, Pak Pras itu Karo PPNS. Terus terang, saya saat itu tidak tahu apa itu Karo PPNS," sambungnya.

Kembali ke perihal surat jalan palsu, Djoko mengaku dirinya mengirimkan foto KTP kepada Anita. Namun, ia membantah foto tersebut untuk kepentingan pembuatan surat bebas COVID-19.

"Yang saya ingat pengiriman yang foto KTP expired itu, untuk memperlihatkan kepada lurah bahwa ini masa berlakunya abis, untuk dibuatkan e-KTP. Jadi tidak untuk kepentingan COVID," kata Djoko.

Djoko Tjandra mengetahui kalau Johny-lah yang mengurus dokumen-dokumen tersebut. Namun, Djoko mengatakan dirinya tidak pernah berhubungan dengan Johny dan tidak mengetahui dokumen tersebut. "Saya tidak pernah liat dokumennya apa saja. Pada saat itu Anita yang memberikan (dokumen-dokumen) ke saya," tuturnya.