Pasca Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Eks Bos CIA Prediksi Bakal Ada Kejadian Ini

Sabtu, 28 November 2020 – 22:05 WIB

Mohsen Fakhrizadeh.(Foto:Istimewa)

Mohsen Fakhrizadeh.(Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews - Mantan kepala Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) John Brennan mengecam  tindakan pembunuhan terhadap ilmuwan nukir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Dia menyebut pembunuhan Fakhrizadeh pada Jumat, 27 November 2020 sebagai aksi kriminal yang berisiko memicu konflik di kawasan.

Brennan mengaku tidak tahu siapa yang harus disalahkan dalam pembunuhan tersebut, namun Iran menuduh Israel.

"Ini adalah aksi kriminal dan sangat sembrono," kata Brennan, dalam cuitan, sepeti dikutip AFP, Sabtu, 28 November 2020.

Brennan mengungkapkan tindakan ini berisiko memicu pembalasan mematikan dan babak baru konflik kawasan.

Dia menegaskan aksi terorisme yang disponsori negara akan menjadi pelanggaran besar terhadap hukum internasional dan bisa mendorong lebih banyak negara melakukan serangan mematikan terhadap pejabat asing.

Brennan mencatat, Fakhrizadeh bukanlah teroris atau anggota Al Qaeda serta ISIS, kelompok teror yang ditunjuk sebagai sasaran hukum. Dia juga mendesak Iran untuk menahan diri dari melakukan pembalasan.

Di sisi lain dia berharap pemerintahan Joe Biden yang segera berjalan mengungkap permasalahan ini.

Brennan merupakan direktur CIA pada 2013 hingga 2017 atau menjabat saat pemerintahan presiden Barack Obama dan wakil presiden Biden.