KPK Sita Uang Tunai di Ruangan Edhy Prabowo, Banyak Mata Uang Asing

Sabtu, 28 November 2020 – 21:32 WIB

KPKmenunjukkan barang bukti OTT Edhy Prabowo (Foto: Hastina)

KPKmenunjukkan barang bukti OTT Edhy Prabowo (Foto: Hastina)

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada Jumat 27 November 2020. Dari penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah uang tunai terkait kasus suap ekspor benih lobster yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Dalam penggeledahan penyidik menemukan dan mengamankan sejumlah barang berupa uang tunai dalam bentuk mata uang Rupiah dan mata uang asing,” ujar Pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, pada Sabtu 28 November 2020.

Ia juga menjelaskan bahwa tim KPK masih menghitung uang yang diamankan tersebut. Selain uang, KPK juga menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik. Ali Fikri menjelaskan bahwa semua barang bukti tersebut disita dari sejumlah ruangan di kantor KKP.

Selain itu, Ali Fikri juga menjelaskan bahwa kegiatan penggeledahan tersebut berlangsung dari hari Jumat 25 November 2020 pukul 10.45 WIB hingga Sabtu, 28 November 2020 pukul 03.00 WIB.

Kemudian ia menyebut bahwa penyidik akan langsung melakukan analisa terhadap uang dan barang bukti yang ditemukan. Saat ini penggeledahan tersebut masih berlangsung di sejumlah lokasi.

Namun ia enggan memberi tahu, karena hal tersebut bagian dari strategi penyidikan yang dilakukan oleh KPK.

Diketahui bahwa dalam kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK mengamankan 17 orang salah satu diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, pada hari Rabu tanggal 25 November 2020 sekitar jam 00.30 Wib di beberapa tempat, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok (Jawa Barat) dan Bekasi (Jawa Barat). 

Para pihak tersebut selanjutnya diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil tangkap tangan tersebut ditemukan ATM BNI atas nama Ainul Faqih (AF), Tas LV, Tas Hermes, Baju Old Navy, Jam Rolex, Jam Jacob n Co, Tas Koper Tumi dan Tas Koper LV.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap terkait dengan Perizinan Tambak, Usaha dan/atau Pengelolaan Perikanan atau Komoditas Perairan Sejenis Lainnya Tahun 2020, yang menjerat Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.