Luhut Minta Pemeriksaaan Edhy Prabowo Jangan Berlebihan, Ketua KPK Jawab Begini

Minggu, 29 November 2020 – 08:32 WIB

Ketua KPK, Firli Bahuri

Ketua KPK, Firli Bahuri

JAKARTA, REQnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta KPK tak berlebihan dalam mengeskpose kasus korupsi izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo menjadi tersangka.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membantah lembaganya memeriksa eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo secara berlebihan. Dia mengibaratkan pemeriksaan seperti orang minum obat.

“Pas ukurannya, pas takarannya, pas cara mengadonnya, pas cara menggunakannya, jadi tidak ada yang berlebihan,” kata dia di kantornya, Sabtu, 28 November 2020.

Menurut Firli, tak ada istilah berlebihan dalam pemeriksaan. Sebab pemeriksaan dilakukan dalam rangka mengungkap keterangan yang sebenarnya. “Kami enggak bisa, apakah pemeriksaan cukup hanya satu jam, dua jam, tiga jam, bukan itu, tapi yang paling esensial adalah keterangan yang disampaikan sesuai dengan keterangan lainnya,” ujar dia.

Firli mengatakan, pemeriksaan di KPK dilakukan secara transparan dan profesional. Menurut dia, hasil pemeriksaan oleh penyidik nantinya akan diuji oleh jaksa penuntut umum.