Ngeri! Pasukan Elit Brimob-TNI Buru Pelaku Pembunuhan Sadis di Sigi

Minggu, 29 November 2020 – 10:02 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyatakan, ratusan Satgas Tinombala Brimob Sulteng diterjunkan untuk mengejar pelaku pembunuhan empat warga yang merupakan satu keluarga asal Desa Lembatongoa. Perburuan pelaku juga dibantu pasukan TNI.

"Saat Ini sudah ada backup kurang-lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melakukan pengejaran terhadap pok Ali Kalora tersebut," kata Awi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 28 November 2020. Dijelaskan Awi, anggota Polsek Palolo telah mendatangi TKP kejadian pembunuhan.

Polisi, sambung Awi, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah beberapa jam mendapat laporan tersebut. Polres Sigi bersama tim inafis Polda Sulteng juga langsung mengevakuasi jenazah dan mencari saksi yang mengetahui serta melihat peristiwa tersebut.

Sebanyak lima orang saksi juga sudah menginterogasi 5 saksi. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah sekitar sepuluh orang. Sebanyak tiga orang di antaranya membawa senjata api (senpi). Awi mengatakan, menurut keterangan saksi, diketahui ada 3 pelaku yang merupakan bagian dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kelompok Ali Kalora.

Sebelumnya, empat warga yang merupakan satu keluarga asal Desa Lembatongoa dibunuh secara sadis. Korban ada yang dibakar hingga kepala ditebas.

Pembunuhan itu juga disebut dibarengi pembakaran rumah dan gereja di sekitar lokasi kejadian. Dari informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 27 November 2020 sekitar pukul 10.00 Wita. Empat anggota keluarga itu ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rumahnya.

Keempat anggota keluarga yang tewas dalam aksi pembunuhan sadis itu adalah pasangan suami istri (pasutri) dan anak perempuannya serta sang suami atau menantu dari pasutri. "Benar dan itu kejadian pagi tadi. Korban ada sebanyak 4 orang yaitu pasutri atau pemilik rumah, anaknya dan menantunya atau suami dari anak perempuan pemilik rumah." kata Sekdes Lembatongoa Rifai saat dihubungi, Jumat, 27 November 2020.