Pilkada Boven Digul Rusuh, Polda Papua Kirim Pasukan Khusus Seragam Hitam! Siapa Mereka?

Selasa, 01 Desember 2020 – 12:01 WIB

Ilustrasi Brimob (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Brimob (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kerusuhan mewarnai Pemilu Bupati Boven Digoel pada Senin 30 November 2020 kemarin. Massa pendukung pasangan calon nomor 4, Yusak Yaluwo-Yakob Weremba, membakar rumah pasangan calon nomor urut 02, Chaerul Anwar. 

Aksi itu dilakukan karena Yusak dicoret oleh KPU. Yusak adalah mantan Bupati Boven Digoel yang diberhentikan karena korupsi APBN Rp 37 miliar, dihukum 5 tahun penjara. Dia juga korupsi kapal tanker dan APBD Boven Digoel pada 2002-2005.

Tak menunggu lama, Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyiapkan tim penggebuk massa untuk mengamankan situasi di Kabupaten Boven Digoel.

Tak tanggung-tanggung, pasukan dari Merauke dikirim sebagai tambahan personel pengamanan. Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, melalui Wadanyon D Pelopor AKP Sarifudin Ahmad memberangkatkan personil Brimob Merauke untuk melaksanakan BKO ke Kabupaten Boven Digoel, bertempat di Mako Brimob Merauke Jalan Jawa Merauke. 

Sarifudin menyampaikan beberapa hal yaitu Keamanan dan keselamatan diri sendiri dan teman adalah yang utama. Tujuannya agar melaksanakan tugas dengan iklas dan penuh rasa tanggung jawab.

"Dalam bertindak harus satu komando yang tertua dalam ikatan peleton agar diperhatikan, anggota agar mengetahui saya berbuat apa dan bertanggung jawab kepada siapa," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa personil BKO Brimob akan membantu pasukan dari Polres Boven Digoel. Para personel diminta untuk menjaga keselamatan diri dan memberi keamanan untuk warga.

"Kita akan memback up perkuatan personil Polres setempat. Jaga keselamatan dan persenjataan kalian," ungkapnya.

"Berilah rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat Boven Digoel," ujarnya.