Kejam! Muslim Uighur Dipaksa Makan Daging Babi Setiap Jumat

Sabtu, 05 Desember 2020 – 14:32 WIB

Muslim Uighur (Foto:Istimewa)

Muslim Uighur (Foto:Istimewa)

CINA, REQNews - Cerita pahit tentang kondisi para tahanan Muslim Uighur di kamp-kamp Xinjiang diceritakan seorang mantan penghuni kamp, Sautbay yang dibebaskan lebih dari dua tahun lalu.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Sautbay menceritakan perlakuan dan penghinaan lain yang dialami Muslim Uighur dan minoritas lainnya di kamp-kamp tersebut, termasuk paksaan untuk mengonsumsi daging babi.

“Setiap Jumat, kami dipaksa makan daging babi,” kata Sautbay menceritakan pengalamannya dalam wawancara dengan Al Jazeera.

“Mereka sengaja memilih hari yang suci bagi umat Islam. Dan jika Anda menolaknya, Anda akan mendapatkan hukuman yang berat."

Dia menambahkan bahwa kebijakan tersebut dirancang untuk menimbulkan rasa malu dan bersalah pada para tahanan Muslim.

Sautbay mengatakan bahwa dia "sulit untuk menjelaskan dengan kata-kata" emosi yang dirasakannya setiap kali makan daging babi itu.

“Saya merasa seperti saya adalah orang yang berbeda. Di sekitarku menjadi gelap. Sangat sulit untuk menerimanya, ”katanya.

Sautbay, seorang dokter yang kini tinggal di Swedia juga menceritakan pengalamannya dalam sebuah buku yang baru-baru ini diterbitkan. Di dalam buku itu, dia mengungkapkan secara detail mengenai penderitaan yang dialaminya, termasuk dipaksa menyaksikan pemukulan, dugaan pelecehan seksual dan sterilisasi paksa.

Kesaksian dari Sautbay dan lainnya memberikan indikasi tentang bagaimana Cina berusaha melakukan tindakan keras di Xinjiang dengan menyasar kepercayaan, budaya, dan agama dari sebagian besar etnis minoritas Muslim.

Cina telah menerapkan pengawasan luas di Xinjiang, dan sejak sekira 2017 membuka jaringan kamp di wilayah itu. Beijing membenarkan tindakan tersebut, dengan alasan diperlukan untuk melawan "ekstremisme".