Huawei Terlibat Pelanggaran HAM di Xinjiang, Griezmann Putuskan Hubungan

Jumat, 11 Desember 2020 – 10:50 WIB

Antoine Griezmann. Foto: Aljazeera

Antoine Griezmann. Foto: Aljazeera

Barcelona, REQNews.com -- Antoine Griezmann, bintang Barcelona asal Prancis, mengumumkan memutuskan hubungan dengan Huawei -- raksasa teknologi Cina yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Propinsi Xinjiang.

"Menyusul kecurigaan yang kuat bahwa Huawei berkontribusi pada pelanggaran HAM terhadap Uighur, saya mengakhiri kemitraan dengan perusahaan tersebut," tulis Griezmann di Instagram-nya.

Cina menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah untuk untuk menangkap orang-orang Uighur yang dicurigai, dan memasukannya ke kamp interniran.

"Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Huawei agar tidak hanya menyangkal tuduhan, tapi mengutuk penganiayaan massal dan menggunakan pengaruhnya menghormati hak asasi manusia," lanjut Griezmann.

PBB memperkirakan lebih satu juga Muslim-Turki, kebanyakan dari etnis Uighur, ditahan di kam-kamp interniran di Propinsi Xinjiang.

Pernyataan Griezmann muncul setelah IPVM, perusahaan riset pengawasan, melaporkan bahwa Huawei terlibat dalam pengujian perangkat lunak pengenalan wajah yang dapat mengirim peringatan ke polisi ketika mengenai wajah Uighur.

Griezman, penyerang berusia 29 tahun dan anggota timnas Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018, menjadi duta Huawei sejak 2017.

Simon Chadwick, profesor di Eurasian Sports Industry, mengatakan atlet mengakhiri kesepakatan sponsorship dengan perusahaan Cina belum pernah terjadi sebelumnya.

"Griezmann tidak sekedar berbicara, tapi juga bertindak," katanya. "Langkah Griezmann sangat signifikan, karena Cina telah menjadi sumber bisnis menguntungkan bagi atlet dan klub-klub Eropa."


Hati Nurani vs Uang

Jewher Ilham, aktivis HAM Uighur di Washington DC, mengatakan sangat menghormati keputusan Griezmann dan siapa pun yang mendukung Uighur dengan tindakan.

Sebelumnya, penyerang Arsenal Mesut Ozil mengecam pelanggaran HAM yang dilakukan Cina di Propinsi Xinjiang. Penyanyi Zara Larsson juga melakukan hal yang sama.

"Mereka berpihak pada hati nurani, bukan uang," kata Ilham. "Kami takut betapa sulit mengambil langkah itu, dan saya taku Griezmann menghadapi pembalasan dari Cina."

Ilham adalah putra Ilham Tothi, ekonom Uighur yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2014 atas tuduhan separatisme.