Para Menteri Bidang Hukum Lolos Reshuffle, Artinya?

Selasa, 22 Desember 2020 – 18:16 WIB

Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet di Istana Negara, Selasa, 22 Desember 2020.

Sejumlah menteri telah dicopot atau digeser posisinya dari Kabinet Indonesia Maju, ada pula orang baru yang dianggap kompeten kemudian diangkat untuk membantu kerja pemerintahan hingga 2024 mendatang.

Jokowi mengatakan, dibutuhkan langkah extraordinary untuk menyelamatkan rakyat Indonesia.

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi pada Juni lalu saat menyaksikan kinerja menteri yang dianggapnya tidak maksimal padahal Negara sedang berjuang di tengah pandemi covid-19.

Berikut menteri-menteri baru di Kabinet Indonesia Maju hasil reshuffle adalah:

1. Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial.

2. Sandiaga Uno ditunjuk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

3. Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan.

4. M Lutfi ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Perdagangan.

5. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menggantikan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama.

6. Wahyu Sakti Trenggono ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Meski sudah melakukan reshuffle, namun Jokowi tetap meloloskan beberapa Menteri terutama yang berkaitan dengan bidang hukum.

Sejumlah pengamat mempertanyakan langkah ini. Mereka menganggap Presiden Jokowi kurang memperhatikan penegakan hukum yang terjadi di setahun pertama kepemimpinannya. Lolosnya para menteri bidang hukum dari reshuffle menjadi pertanda bahwa penegakan hukum bukanlah fokus utama pemerintah saat ini.