Siap-siap, Awal Tahun Baru Anies Baswedan Tarik Rem Darurat Lagi

Minggu, 27 Desember 2020 – 18:30 WIB

Ilustrasi PSBB (Foto: Istimewa)

Ilustrasi PSBB (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, bersiaplah bakal merasakan kembali pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memberlakukan PSBB transisi yang melonggarkan masyarakat DKI Jakarta bisa keluar rumah.

Sinyal penarikan 'rem darurat' PSBB ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Wacana ini, kata Riza, setelah melihat kasus covid-19 di Jakarta semakin meningkat.

Rencananya, keputusan PSBB ketat ini menunggu situasi ke depan dengan melihat fakta dan data yang ada. Diketahui saat ini jumlah pasien Covid-19 harian terjadi di DKI Jakarta dengan kasus sebanyak 2.058 kasus, diikuti Jawa Tengah dengan 871 kasus dan Jawa Timur sebanyak 803 kasus.

"Kami akan terus mengambil berbagai kebijakan kita akan lihat nanti beberapa hari kedepan setelah tanggal 3 nanti Apakah dimungkinkan nanti pak gubernur nanti akan ada emergency break nanti kita akan lihat sesuai dengan fakta dan data memang ini sangat dinamis sekali terkait fakta dan data," ujar Riza kepada wartawan, Minggu 27 Desember 2020.

Riza menuturkan, banyaknya kasus yang timbul disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, jelas dia, adanya peningkatan tes PCR yang sembilan kali selama sepekan.

Sehingga, makin banyak tahu bahwa masyarakat terjangkit virus Covid-19. Kemudian kedua, lanjutnya, peningkatan disebabkan dari akumulasi penjumlahan data PCR beberapa rumah sakit yang memang belum dimasukkan atau terlambat.

"Yang ketiga memang ada penambahan disebabkan oleh libur dan lain sebagainya untuk itu kami terus meminta kepada masyarakat di hari libur panjang ini untuk tetap berada di rumah tidak perlu keluar rumah apalagi ke luar daerah," ucap dia.

Politisi Partai Gerindra ini juga meminta pelaku usaha dan perusahaan makin mengetatkan protokol kesehatan. Jangan sampai, tambah Riza, timbul klaster perkantoran yang membuat Pemprov kembali tarik rem darurat pada PSBB.

"Kami minta khusus pelaku usaha perkantoran dan lainnya untuk membantu kita semua agar jangan sampai nanti ada peningkatan luar biasa sehingga kami Pemprov dengan jajaran pak gubernur terpaksa mengambil kebijakan untuk memperketat PSBB semua berpulang pada kita semua," kata dia.