Sebenarnya, Indonesia Jadi Pindah Ibu Kota Gak Sih?

Selasa, 29 Desember 2020 – 00:02 WIB

Gambaran ibu kota negara di Kalimantan Timur

Gambaran ibu kota negara di Kalimantan Timur

JAKARTA, REQnews - Rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur hingga kini masih belum ada lagi perkembangan signifikan dan eksekusinya dari pemerintah.

Padahal, rencana ini sudah disepakati sejak 2019, bahwa pemindahan ibu kota akan mulai dijalankan pada 2020 secara bertahap hingga 2024. Nah, masalahnya, jadikah ibu kota pindah ke Kalimantan Timur?

Lagi dan lagi, pemerintah beralasan pemindahan ibu kota harus digeser pelaksanaannya karena pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 lalu.

Meski begitu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa berkata, persiapan dasarnya sudah dilakukan, bahkan master plan dan detail plan juga sudah rampung.

"Kalau keputusan politik harus langsung dibangun kita bisa jalan dan kita sudah siap. Misalnya ada keputusan politik hari ini, ada perintah dari Presiden langsung dibangun, ya kita bisa lakukan. Jadi kita sudah siap," kata Suharso dalam konferensi pers virtual, Senin 28 Desember 2020.

Ia menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan payung hukum untuk proses pemindahan ibu kota negara ini, salah satunya adalah RUU yang masuk prolegnas dan perpres untuk pembentukan badan otoritas.

"Jadi persiapannya sudah sedemikian rupa, semuanya tinggal menunggu perintah," ujar Suharso.

Namun, Suharso berkata pemerintah saat ini masih fokus untuk program vaksinasi Covid-19. Anggaran pemindahan ibu kota ini juga kemungkinan akan direlokasi.

"Kita tetap memperhitungkan karena di 2021 ada sebagian dari alokasi anggaran ada kemungkinan besar direalokasi lagi. Bukan efisiensi, tapi penyediaan vaksin," kata Suharso.

Sebelumnya, ia pernah menyebut, anggaran pembangunan infrastruktur dasar masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional sebesar Rp 831,4 miliar untuk 2020. Sedangkan pada 2021 total anggaran yang diajukan oleh Bappenas sebesar Rp 1,7 triliun.

Besaran anggaran yang diajukan untuk 2021 masih lebih rendah dibandingkan anggaran pada 2020 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Anggaran 2021 ini terdiri dari rupiah murni Rp 1,62 triliun, pinjaman Rp 84,47 miliar dan hibah Rp 65,41 miliar.