Soal Jenazah Ditinggal di Bandara, Ini Penjelasan Lion Air

Rabu, 15 Mei 2019 – 09:45 WIB

Ilustrasi Lion Air

Ilustrasi Lion Air

JAKARTA, REQnews - Lion Air Group akhirnya angkat bicara terkait dengan ditinggalkannya satu jenazah anak di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (14/5/2019). Menurut mereka, layanan pengangkutan tiga penumpang sebagai pendamping dan satu jenazah tersebut sudah dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur serta prinsip penerimaan kargo HUM (Human Remains) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Dalam keterangan pers yang diterima, Rabu 15 Mei 2019, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro membeberkan kronologis kejadian tersebut.

"Berdasarkan data reservasi yang dilaporkan oleh pihak ketiga kepada Lion Air, untuk pendamping terbang dengan Lion Air nomor JT-378 yang berangkat pukul 13.17 WIB dan mendarat pada 14.33 WIB. Sedangkan penerbangan HUM tujuan Batam telah dipersiapkan sesuai nomor surat muatan udara (SMU) 20197170 dengan booking code menggunakan Batik Air penerbangan ID-6862 pukul 16.54 WIB yang dijadwalkan tiba pada 18.10 WIB," kata Danang. 

Dari informasi yang diterima oleh petugas Lion Air, lanjut Danang, tidak ada pemberitahuan dari pihak ketiga sebagai pengurus mengenai perbedaan reservasi HUM dengan pendamping. Petugas Lion Air mengetahui terdapat perbedaan reservasi nomor penerbangan. 

"Namun, HUM tidak dapat dipindahkan ke kargo pesawat Lion Air dikarenakan JT-378 sudah final (siap diberangkatkan)," bebernya. 

Sebagai informasi, sebelum HUM masuk ke acceptance desk, petugas di bandar udara keberangkatan yakni Soekarno-Hatta telah memastikan mengenai aktual sesuai reservasi (pembelian tiket penumpang dan kargo). Menurut Danang, prosedur ini bertujuan menentukan ruang kargo (space), jadwal keberangkatan, nomor penerbangan serta kemasan harus sesuai syarat pengangkutan jenazah melalui angkutan udara. 

Lion Air pun sudah memberikan keterangan kepada pihak pendamping (keluarga) atas perbedaan waktu kedatangan di Batam. "Meski demikian, Lion Air menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang timbul. Saat ini masih mengumpulkan data, informasi dan keterangan lain mengenai perkembangan pemberitaan dan dari berbagai pihak yang terlibat guna dipelajari lebih lanjut," tandas Danang. (RYN)