Kabar Burung, Calon Kapolri Isunya Jenderal yang Pernah Bongkar Kasus Munir

Rabu, 30 Desember 2020 – 12:15 WIB

Kapolri Idham Aziz (Foto: Istimewa)

Kapolri Idham Aziz (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Kapolri Jenderal Pol Idham Azis tak lama lagi memasuki masa purna tugas atau pensiun pada Januari 2021. Sejumlah jenderal bintang tiga di Polri masuk bursa calon Kapolri  ditunjuk sebagai pengganti Idham Azis. 

Namun, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) belum menyerahkan nama calon Kepala Kepolisian RI atau Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis kepada Presiden Joko Widodo. 

Saat ini Kompolnas sedang menyaring nama calon Kapolri berdasarkan kriteria pasal 11 ayat enam UU Nomor dua tahun 2002 tentang Kepolisian. Pasal tersebut menyebut bahwa calon Kapolri adalah perwira tinggi yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier.

Di sejumlah kabar menyebutkan nama-nama calon Kapolri tersebut merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 yakni Gatot Eddy Pramono, Boy Rafli Amar, Agus Andrianto, sedangkan Lulusan Akpol 1991 yakni Listyo Sigit Prabowo.

Tak hanya itu, diketahui ada beberana nama lulusan Akademi Kepolisian yang terhitung lebih senior dari sejumlah nama yang tertulis di atas dan sebut-sebut juga sebagai Calon Kapolri penganti Jenderal Pol Idham Azis

Dihimpun dari berbagai sumber, katagori senioritas merupakan salah satu tolak ukur untuk menjadi Kapolri, maka Komjen Arief Sulistyanto adalah Jendral Bintang Tiga yang diprediksikan mengantikan posisi  Idham Azis.

Diketahui, Komjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. yang lahir di Nganjuk, Jawa Timur, 24 Maret 1965 adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Ia merupakan lulusan Akpol 1987 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Arief pernah menjabat sebagai Kabareskrim sejak 17 Agustus 2018. Dia sebelumnya menduduki pos asisten Kapolri bidang SDM.

Kemudian pada Selasa 22 Januari 2019 muncul telegram mutasi di mana Arief digeser dari posisi Kabareskim menjadi Kalemdiklat. Ini merupakan jabatan tersingkat Arif Sulistyanto sebagai Kabareskrim dan sebuah sejarah bagi Polri berkaitan dengan begitu singkatnya masa jabatan.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa mutasi tersebut membawa isu soliditas dalam tubuh Polri.

Ia juga merupakan anggota tim khusus penyidikan perkara Munir pada tahun 2007. Kasus ini sempat mandek saat Pollycarpus awalnya hanya dinyatakan terbukti memalsukan surat dengan hukuman dua tahun penjara.

Kritik masyarakat meluas dan kasus ini pun dibuka ulang dan Polri kemudian berhasil membuktikan Pollycarpus sebagai pembunuh Munir. Pollycarpus akhirnya divonis 14 tahun penjara.

Berikut sepak terjang Komjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si.

Letnan Dua 1987

Letnan Satu 1990

Kapten 1993

Mayor 1998

Ajun Komisaris Besar Polisi 2002

Komisaris Besar Polisi 2007

Brigadir Jenderal Polisi 2011

Inspektur Jenderal Polisi 2016

Komisaris Jenderal Polisi 2018.