Ancam Bunuh Trump dan Lainnya, Gravelle Bakal Penjara 140 Tahun

Rabu, 15 Mei 2019 – 15:00 WIB

Gary Gravelle (Foto : Ist)

Gary Gravelle (Foto : Ist)

JAKARTA, REQnews - Gary Gravelle (51), pria asal Connecticut, Amerika Utara, dituduh atas ancaman akan membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengirim surat pada September 2018 dan menyatakan “saya Gary Gravelle... sebagai prajurit yang setia dari AKA datang untuk MEMBUNUH Donald Trump.” Gara-gara itulah Gravelle diancam pidana maksimal 140 tahun.

Selain itu, pelaku juga mengirimkan surat-surat kepada pihak lain yang berisikan ancaman bom dan surat berisikan bubuk putih yang mencurigakan. Bubuk putih tersebut berupa Anthrax yang akan dikirim ke beberapa lokasi, termasuk sebuah Sinagog Jemaat Adath Israel yang terletak di perkotaan, Islamic Center di London dan National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), lengkap dengan catatan yang bertuliskan "you die" yang berarti 'mati kamu.'

Kendati demikian, setelah ditelusuri, bubuk tersebut bukanlah antraxs, melainkan biotoxin atau bedak bayi.

Gravelle yang juga dikenal sebagai Ronald Prejean, merupakan anggota organisasi separatis kulit putih atau disebut sebagai American Knights of Anarchy (AKA) dikenakan 16 dakwaan, berupa ancaman kepada presiden, membohongi dan dengan niatan jahat menyampaikan informasi palsu tentang bahan peledak.

Tidak sampai di situ, dalam periode waktu yang sama, Gravelle diduga mengirim email dan membuat panggilan yang juga berisikan ancaman akan meledakkan bom di beberapa lokasi, seperti Bandara Internasional Burlington di Vermont, Pusat Penahanan Federal, Sea Tac di Seattle dan New Haven, serta suatu kelompok pendukung untuk orang dewasa dengan penyakit mental.

Menurut penjelasan Jaksa Agung AS, John Durham, pada Senin (13/5/2019), Gravelle pernah dijatuhi hukuman pada tahun 2013 karena mengirim komunikasi berupa mengancam, namun telah dibebaskan di bawah pengawasan federal sampai penangkapannya atas dakwaan baru tahun lalu.(*/Hans)