Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

KPK Telah Merampungkan Kasus Korupsi Pesawat Garuda

Rabu, 15 Mei 2019 – 21:00 WIB

(Foto:Reqnews)

(Foto:Reqnews)

JAKARTA, REQNews - Kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia sudah dirampungkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat ini, berkas perkaranya tinggal dilimpahkan ke tahap penuntutan. 

"Kalau kasus Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief, Rabu (15/5/2019). 

Lamanya proses penyelidikan dalam kasus ini di antaranya karena ada dokumen-dokumen yang berbahasa inggris, sehingga perlu diterjemahkan. 

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya tebal. Habis itu semua buktinya dalam bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia sebenarnya sudah lama jadi," tuturnya. 

Selain lantaran bukti-bukti kasus tersebut berbahasa asing, penanganan kasus ini juga dilakukan bersama-sama dengan penegak hukum asing seperti Chief Financial Officer (CFO) dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB). 

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce. 

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo. (nls)