Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Sekdes di Tangerang Habis Rp 700 Juta Diperas Polisi dan Wartawan Gadungan

Rabu, 15 Mei 2019 – 18:00 WIB

Logo Polri (Foto : ist)

Logo Polri (Foto : ist)

JAKARTA, REQnews - Ada-ada saja orang melakukan kejahatan. Apalagi kalau sudah kepepet. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kota Tangerang berhasil menangkap 3 pria yang diduga kuat melakukan pemerasan. Ketiganya berhasil meraup uang hingga Rp 700 juta dari sekretaris desa di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Pelaku yang ditangkap adalah Rully Handari (Ipda Ibrohim) dan Fadly Ibnu Sina (AKP Ibnu Sianturi). Rully dan Fadli mengaku sebagai penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri. Satu tersangka lain adalah Ibnu Ferry yang berperan sebagai wartawan gadungan.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menjelaskan, kejadian bermula saat korban didatangi Rully dan Fadly di kediamannya pada Minggu (10/3/19). Kepada korban, beber Kapolres, dua tersangka ini mengatakan akan melakukan penyidikan kasus korupsi dana desa tahun 2017 dan 2018.

Kedatangannya lengkap dengan surat panggilan palsu atas nama korban. Surat panggilan itu didapat para tersangka dari internet lalu mengeditnya.

“Selanjutnya, tersangka Rully menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp 5 juta. Korban yang ketakutan langsung mentransfer uang itu,” beber Sabilul di Mapolresta Tangerang, Selasa (14/5/19).

Besoknya lagi, tersangka kembali menghubungi korban dan meminta uang Rp 40 juta. Alasannya, agar proses penyidikan kasus tidak dilanjutkan. Korban menuruti saja permintaan tersangka.

Tersangka rupanya belum puas memeras. Beberapa waktu berselang, para tersangka kembali meminta uang pada korban sebesar Rp 100 juta. Alasannya, agar tersangka dapat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Alasan para tersangka meminta uang ke korban bermacam-macam. Mulai dari untuk membereskan surat panggilan kejaksaan hingga agar kasus itu tidak dimuat di media massa,” beber Sabilul.

Alasan tersangka meminta uang agar kasus tak diangkat ke media massa diperkuat dengan keterlibatan tersangka, Ibnu Ferry. Tersangka Ibnu kemudian mendatangi korban dan mengaku sebagai wartawan ‘Korbarkannews.'

Korban pun terus menuruti saja kemauan para tersangka hingga total uang telah ditransfer menjadi Rp 700 juta. Lantaran tidak tahan terus diperas korban akhirnya melapor ke polisi.

Polisi langsung bergerak dan berhasil meringkus ketiga tersangka di 2 tempat yakni di kawasan Kecamatan Balaraja dan di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Ketiganya dibekuk di hari yang sama yakni Selasa (7/5/19).

Dari hasil memeras, tersangka Rully mendapat bagian Rp 240.700.000, tersangka Fadly mendapat Rp 270.300.000, sedangkan tersangka Ibnu mendapat Rp 88.000.000. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti 61 lembar bukti transfer, 4 buah kartu identitas pers, dan 1 bendel berkas tangkapan layar percakapan korban dan para tersangka melalui aplikasi what’s app.(*)


Sabilul meminta kepada siapa pun untuk tidak mudah percaya dengan orang dan/atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis. Bila ada yang mengaku anggota Polri atau jurnalis, kata Sabilul, minta kejelasan identitas dan/atau surat perintah.


“Bila ada yang mengaku anggota Polri atau jurnalis tapi bertindak menyimpang, jangan ragu untuk melaporkan,” tandasnya.