Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Bareskrim Polri Gerebek Kayu Ilegal Logging di Jambi dan Sumsel

Kamis, 16 Mei 2019 – 14:00 WIB

Logo Bareskrim Polri (Foto : Ist)

Logo Bareskrim Polri (Foto : Ist)

JAKARTA, REQnews - Tim Subdit III Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri berhasil melakukan penggerebekan terhadap kegiatan pembalakan liar kayu ilegal di Jambi. Hasil jarahan kayu yang jumlahnya mencapai ribuan ini, ditemukan di kawasan Hutan Produksi (HP) wilayah kelola KPHP Lalan MM Provinsi Sumatera Selatan.

Penggerebekan dilakukan Bareskrim Polri atas dasar laporan yang masuk, di samping itu, kerusakan hutan di Jambi melalui aktivitas penambangan kayu secara ilegal memang kian memprihatinkan. sehingga Kasubdit III Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Kombes. Pol. Irwan Anwar, saat turun ke lapangan membenarkan adanya aktivitas illegal logging di daerah Bayung Lincir.

“Bermula saat petugas gabung Bareskrim yang dibantu Brimob dan Krimum Polda Jambi melaksanakan penggerebekan aktivitas illegal logging di lokasi Desa Muara Pancoran, Kecamatan Bayung Lincir, Provinsi Sumatera Selatan,” beber Irwan pada Rabu (15/5/2019).

Ada dua lokasi penggerebekan, yakni di wilayah Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.Sebagian besar jenisnya adalah Meranti.

“Ribuan kubik kayu yang ditemukan merupakan hasil perambahan hutan di kawasan PT PDI di wilayah Tanjung Jabung Timur Jambi,” jelas Irwan.

Hasil pembalakan kayu ilegal dari Jambi ini selanjutnya didistribusikan ke Jakarta. Lokasi pengolahan kayu ilegal ini memang sulit ditempuh kendaraan dan karena itu anggota Polri terpaksa berjalan kaki sepanjang 10 kilometer.

Kedatangan anggota kepolisian ke tempat kejadian perkara (TKP) juga membuat para pekerja illegal logging sempat melarikan diri. Mereka pun kejar-kejaran dengan anggota polisi, namun berhasil lolos dari sergapan dengan masuk dalam hutan.

Barang bukti berupa rumah gubuk dan beberapa properti lainnya dimusnahkan. Sementara itu, barang bukti ribuan kubik kayu diberi garis polisi.

“Jika tidak ditindak tegas, para perambah kayu ilegal bisa saja akan merambah ke kawasan hutan lindung,” jelas Mantan Kapolrestabes Makassar itu.(*)