Ignatius Jonan di Luar Negeri, Batal Diperiksa KPK. Kenapa?

Kamis, 16 Mei 2019 – 15:30 WIB

Menteri ESDM Ignatius Jonan (tengah) (Foto : Seskab)

Menteri ESDM Ignatius Jonan (tengah) (Foto : Seskab)

JAKARTA, REQnews - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan tidak bisa hadir di KPK pada Rabu (15/5/2019) kemarin. Ia berhalangan hadir lantaran sedang berada di luar negeri dan kunjungan kerja di Amerika, Eropa dan Jepang.

Jonan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Dirut PLN (Nonaktif) Sofyan Basir dan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan terkait kasus PLTU Riau-1 dan kasus suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), yang menjerat Samin Tan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal.

"Penyidik menjadwalkan ulang dan sudah membuat surat panggilan untuk rencana pemeriksaan pada hari Senin 20 Mei 2019. Jadi Senin depan, ya. Kami harap saksi bisa datang memenuhi panggilan penyidik pada hari Senin depan tersebut," demikian harapan KPK melalui Juru Bicara-nya, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Seperti yang diketahui dalam pengembangan kasus PLTU Riau 1, KPK menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka. KPK menduga Sofyan Basir menerima janji dan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni M Saragih dan Idrus Marham yang diberikan oleh Johannes B Kotjo.

Suap tersebut diduga guna Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd mendapatkan Indpendent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Untuk itu, terjadi pertemuan antara Kotjo, Eni dan Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Sedangkan dalam perkara suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), Samin Tan diduga memberikan uang senilai Rp 5 miliar kepada Eni M Saragih.Uang tersebut diduga terkait terminasi PKP2B antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).(*)