Kejati NTT Sudah Periksa 102 Orang Saksi Soal Sengketa Tanah Labuan Bajo

Sabtu, 09 Januari 2021 – 00:04 WIB

Kejaksaan Tinggi NTT menyita 3 hektare lahan di Labuan Bajo (Foto: iNews)

Kejaksaan Tinggi NTT menyita 3 hektare lahan di Labuan Bajo (Foto: iNews)

NTT, REQnews - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah melakukan pemeriksaan terhadap 102 orang saksi, terkait dengan kasus korupsi tanah 30 hektare di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Termasuk Jurnalis Karni Ilyas dan eks Staff Khusus Presiden, Gories Mere. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto. Ia mengatakan bahwa keduanya ditempatkan sebagai pembeli yang memiliki itikad baik. Dari kasus tersebut, menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 3 triliun.

Terkait hasil pemeriksaan dan pengecekan, Yulianto mengatakan bahwa pihaknya menemukan adanya aliran dana ke sejumlah pihak. Seperti oknum penegak hukum yang bertindak memalsukan hak atas tanah.

"Yang bersangkutan telah mengakuinya dengan imbalan sebesar Rp 150 miliar. Ada juga makelar tanah yang mendapat mobil Terios," ujar Yulianto, Kamis 7 Januari 2021.

Yulianto mengatakan, bahwa ada temuan aliran dana dalam pembelian tanah untuk dua hotel yang berada diatas lahan, yang dibeli dengan harga Rp 25 miliar. Namun, dalam AJB hanya tertera Rp 3 miliar, sehingga ada selisih sekitar Rp 22 miliar.

"Dana ini yang sedang kami telusuri, sehingga tim kami lagi ke Jakarta untuk mengecek aliran dananya," kata dia. Adanya temuan tersebut, kata dia, Kejati NTT akan memanggil sejumlah saksi untuk diperiksa lagi guna melakukan klarifikasi aliran dananya.

"Kami akan lakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi pada 14 Januari 2021 ini. Ada yang diperiksa di Jakarta, Kupang dan Labuan Bajo," katanya. Sejauh ini, pihak Kejati NTT belum menetapkan tersangka, sehingga Yulianto meminta agar semua pihak bersabar menunggu proses penyidikan.