Operasional TransJ dan KRL Hanya Sampai Jam Segini Selama Pengetatan PSBB-PPKM

Senin, 11 Januari 2021 – 12:30 WIB

Commuterline

Commuterline

JAKARTA, REQnews - Pemerintah pusat mulai memberlakukan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Jawa-Bali hari ini. Akibatnya, jadwal operasional KRL pun berubah. Demikian juga di Jakarta, jadwal operasional TransJakarta dibatasi.

Melalui akun Instagram resmi commuterline, Senin, 11 Januari 2021, KAI Commuter melakukan penyesuaian jam operasional mulai pukul 04.00 WIB-22.00 WIB dengan 964 perjalanan KRL per hari. Bila dibandingkan dengan masa PSBB Transisi, sebelumnya operasional KRL hingga pukul 24.00 WIB. Sementara saat PSBB Jakarta, jam operasional adalah pada pukul 06.00-18.00.

Para penumpang diminta tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh, dan rajin mencuci tangan. Sejumlah peraturan tetap diterapkan termasuk dilarang bicara secara langsung maupun melalui telepon.

Hal yang sama juga diberlakukan di Jakarta. PSBB ketat kembali diberlakukan mulai hari ini. Jam operasional transportasi dibatasi, termasuk TransJakarta. Berdasarkan keterangan di Instagram resminya, TransJakarta beroperasi hanya pada pukul 05.00-20.00 WIB mulai 11 Januari 2021. Ini berdasarkan Pergub Nomor 3 Tahun 2021.

TransJakarta juga menampilkan rute-rute yang beroperasi dalam masa PSBB ketat ini. Pengaturan jam operasional ini sesuai arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebelumnya, Anies telah memaparkan poin-poin PSBB ketat saat jumpa pers pada Sabtu, 9 Januari 2021.

"Transportasi itu akan berjalan dengan pembatasan kapasitas 50%, dan jam operasional untuk kendaraan umum di Jakarta itu sampai dengan jam 20.00 WIB," kata Anies. Keputusan pemberlakuan PSBB ketat ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021. PSBB yang diterapkan dari 11-25 Januari 2021 ini juga sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat.

Anies mengatakan keputusan untuk kembali memperketat PSBB dilatarbelakangi situasi COVID-19 di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir yang cenderung mengkhawatirkan. Menurutnya, pada saat pemberlakuan PSBB ketat pada September 2020, kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta dapat diturunkan secara signifikan. Saat itu terjadi lonjakan jumlah kasus setelah ada libur panjang tahun baru Islam pada pertengahan Agustus.

Seperti diketahui, pemerintah menerapkan PPKM di sejumlah wilayah di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2020. Wilayahnya termasuk di Jabodetabek.

Kebijakan pembatasan baru menyusul kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia ini diumumkan oleh Menko Perekonomian, sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam jumpa pers pada Rabu, 6 Januari 2021. Airlangga menegaskan kebijakan pembatasan ini bukan merupakan pelarangan.

Kebijakan PPKM diambil pemerintah terhadap daerah-daerah di Jawa dan Bali lantaran pemerintah mendeteksi peningkatan kasus COVID-19. Kenaikan kasus COVID-19 itu terjadi selepas momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin.