Kuasa Hukum Habib Rizieq: Insya Allah Praperadilan

Selasa, 12 Januari 2021 – 04:03 WIB

Habib Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

Habib Rizieq Shihab (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Aziz Yanuar siap mengajukan praperadilan. Ini menyusul terkait dengan penetapan kliennya sebagai tersangka kasus tes swab di Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat.

Praperadilan ini, lanjutnya, diajukan lantaran penyidik Polri menambah pasal terhadap kliennya. "Karena pihak kepolisian menambah satu pasal di luar yang awalnya pada saat pemeriksaan saksi, yakni pasal 14 KUHP," ujar Aziz kepada Tim REQnews, Senin 11 Januari 2021.

Pasal tersebut berbunyi, "Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggitingginya sepuluh tahun."

"Maka, kami akan tempuh InsyAllah praperadilan. Ini dugaan bukti kesewenang-wenangan menggunakan hukum," ujarnya.

Menurutnya, dugaan hukum adalah alat politik untuk memukul yang berseberangan pendapat dengan penguasa. "Motto kita Bhineka Tunggal Ika, berbeda-berbeda tetap satu. Tapi kita kadang tidak siap dengan perbedaan pendapat," kata dia.

Sebelumnya, tim penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan kasus tes Swab di RS UMMI, Bogor. Di antaranya ada Habib Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS UMMI Andi Tatat.

"Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan 3 (tiga) orang sebagai tersangka. Rizieq, dr Tatat, Hanif Alatas," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Senin 11 Desember 2021.