Tim DVI Berhasil Identifikasi Co-pilot Fadly Satrianto

Selasa, 12 Januari 2021 – 22:03 WIB

Tim DVI melaporkan sudah ada 3 korban SJ-182 lagi yang berhasil diidentifikasi (Foto: Hastina/REQnews)

Tim DVI melaporkan sudah ada 3 korban SJ-182 lagi yang berhasil diidentifikasi (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi 3 korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021 lalu. Salah satunya adalah co-pilot atas nama Fadly Satrianto.

"Ada tiga korban yang bisa kami identifikasi dari empat kantong mayat yang diserahkan kepada kami untuk diperiksakan," ujar Kapus Inafis Brigjen Hudi Suryanto, di RS Polri Kramat Jati, Selasa 12 Januari 2021. 

Ternyata, kata dia, kantong-kantong mayat itu ada bagian yang merupakan satu tubuh. "Sehingga, sebenarnya ada tiga korban yang kami dapatkan," katanya.

Pertama, atas nama Asy Habul Yamin yang teridentifikasi dengan kantong mayat PMJ/SJ/0072 dan 0029. Ia merupakan kelahiran Sintang, 31 Mei 1984 dan berjenis kelamin laki-laki yang tinggal di Petukangan Selatan, Jakarta. "Ternyata di kantong ini ada dua bagian tubuh yang merupakan satu, satu tubuh," kata dia.

Dari identifikasi tersebut, dinyatakan sesuai dengan nomor manifest yang diterima oleh Tim DVI , yaitu nomor manifest 40. "Sehingga diyakini korban ini benar-benar terdaftar dan naik pesawat Sriwijaya Air," kata Hudi.

Identifikasi tersebut diambil dari sidik jari korban dan sidik jari dari e-KTP yang menjadi database Tim DVI. "Bisa teridentifikasi dengan ditemukannya 12 titik persamaan, yang satu diambil dari e-KTP, yang satu diambil dari sidik jarinya korban jempol kanan," katanya.

Jadi, kata dia, untuk mengidentifikasi itu yang mudah adalah dari jempol dan telunjuk. Kemudian untuk korban kedua atas nama Fadly Satrianto, kelahiran Surabaya 6 desember 1982. Seorang laki-laki yang berasal dari Jawa timur. "Ini terdaftar dalam nomor manifest 31, nomor urut manifes 31 dan ini adalah co-pilot dari Sriwijaya Air," lanjutnya.

Hasil identifikasi tersebut didapatkan dari perbandingan sidik jari. "Ini yang kami dapat perbandingan sidik jarinya dari e-KTP telunjuk kanan, dan yang satu juga berhasil diidentifikasi dari potongan bodypart yang kami dapatkan," katanya. Dari identifikasi tersebut, didapatkan hasil identik 12 titik persamaan. "Di label kantong mayat 0020," kata dia. 

Korban ketiga yang berhasil diidentifikasi adalah dari kantong mayat dengan label 0040, yaitu atas nama Khasanah. Ia merupakan kelahiran Lamongan 28 Desember 1970, yang beralamat di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifest 28, ini juga sudah kami perbandingkan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di e-KTP dan kantong mayat tersebut. Alhamdulillah kita temukan 12 titik sehingga bisa dinyatakan itu identik," lanjut Hudi.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2020. Pesawat Boeing 737-500 itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk menuju Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 14.36 WIB dan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.