Tak Hanya Indonesia, Malaysia Juga Umumkan Kondisi Darurat Covid-19

Rabu, 13 Januari 2021 – 03:20 WIB

endera Malahysia (GFoyo:Istimewa)

endera Malahysia (GFoyo:Istimewa)

MALAYSIA, REQNews - Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, atas permintaan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, mengumumkan keadaan darurat nasional, yang berlaku mulai Selasa (12/01) hingga 1 Agustus, dalam upaya memerangi pandemi Covid-19.

Dengan penerapan keadaan darurat ini, maka Parlemen dibekukan, keputusan yang oleh para pengkritik dikatakan sebagai "upaya pemerintah untuk terus berkuasa".

Langkah yang dianggap mengejutkan ini diumumkan sehari setelah PM Muhyiddin Yassin mengeluarkan pembatasan untuk menekan pandemi, termasuk menutup hampir semua kegiatan bisnis, dan memperingatkan bahwa "sistem kesehatan sudah mencapai tahap kritis".

Inilah untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 50 tahun Malayasia menerapkan keadaan darurat.

Dalam pidato di televisi, Muhyidin menyatakan dengan adanya keadaan darurat ini maka parlemen dibekukan dan tidak ada pemilihan umum.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa "pemerintah sipil akan tetap berfungsi".

"Keadaan darurat ... bukan kudeta militer dan jam malam tidak akan diterapkan," kata Muhyidin.

Ia menambahkan pemerintah tetap berkomitmen untuk menggelar pemilihan umum begitu pandemi bisa ditangani.

Pengumuman pemberlakuan keadaan darurat disampaikan setelah mitra-mitra koalisi penting mulai menarik dukungan, yang dalam situasi normal bisa memicu ambruknya pemerintah dan pemilu harus digelar.