Masuk Penyintas, Bima Arya Tidak Dapat Vaksin Covid-19

Rabu, 13 Januari 2021 – 11:34 WIB

Vaksin Covid-19 (Foto:Istimewa)

Vaksin Covid-19 (Foto:Istimewa)

BOGOR, REQNews – Penyuntikan vaksin Covid-19 di Bogor akan dilakukan pada Kamis, 14 Januari 2021 untuk 1.950 tenaga kesehatan dan 10 pejabat. Namun tidak termasuk Wali Kota Bogor Bima Arya.

"Saya dilarang oleh pemerintah pusat, kementerian kesehatan karena ada beberapa kelompok dari penerima nomor 1 adalah penyintas. Saya termasuk penyintas, kemudian yang memiliki komorbid, termasuk autoimun dan lain sebagainya, ibu hamil, ibu menyusui itu dikeluarkan. Jadi saya nomor 1 saya dikeluarkan sebagai penyintas," jelas Bima Arya di Halaman Kantor Dinkes Kota Bogor, Selasa 12 Januari 2021.

Seperti diketahui, sebanyak 9.160 vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Kota Bogor dan langsung disebarkan ke 64 fasilitas kesehatan (Faskes) pada Selasa, 12 Januari 2021.

"Kita sudah siap untuk melakukan pemberian vaksin tahap pertama yang akan dilaksanakan mulai Kamis, 14 Januari 2021 yang didahului 10 penerima pertama dari unsur Forkopimda Kota Bogor. Diantaranya Wakil Wali Kota Bogor, Ketua MUI, Kepala Dinas Kesehatan dan yang lainnya," kata Bima.

Selanjutnya, kata Bima Arya, secara bertahap ada 9.150 tenaga kesehatan yang ada di 64 fasilitas kesehatan di Kota Bogor sebagai penerima prioritas vaksin Sinovac.

Bima Arya menyampaikan bahwa vaksin yang diterima sudah dinyatakan lolos oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Sudah ada izin penggunaan darurat atau EUA dari BPOM, sudah dinyatakan lolos dan aman. Saya kira kita berpegangan pada hal tersebut," jelasnya.

Untuk pendistribusian vaksin, Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan akan langsung dilakukan sesuai titik-titik yang sudah ditentukan.

Sementara untuk menjaga keamanan vaksin, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro secara tegas menyatakan akan mengamankan 24 jam hingga pemberian vaksin selesai. Jajaran dari Polresta Bogor Kota akan menempatkan personil di Kantor Dinkes Kota Bogor.

"Keamanan juga akan kami lakukan secara cyber patroli guna antisipasi adanya isu-isu hoax terhadap vaksin ini. Kita ingin masyarakat aman dan nyaman, terhindar dari berita hoax yang bisa menimbulkan rasa pesimis. Kita harus bangun pikiran sehat di Kota Bogor," tegasnya.