Besok, Parlemen AS Gelar Pemungutan Suara untuk Mendepak Presiden Donald Trump

Rabu, 13 Januari 2021 – 13:33 WIB

Foto New York Post

Foto New York Post

Washington, REQNews.com -- Parlemen AS, Selasa 12 Januari waktu setempat atau Rabu 13 Januari WIB, mengeluarkan resolusi yang mendesak Wapres Mike Pence menggunakan Amandemen ke-25 Konstitusi AS untuk melucuki kekuasaan Presiden Donald Trump.

Jika Wapres Mike Pence berkeras menolak, Kongres akan menggelar pemungutan suara, Rabu 13 Januari waktu AS atau Kamis 14 Januari WIB, untuk pemakzulan Trump. Pemungutan suara akan digelar pukul 09.00 pagi.

Sebelumnya, politisi senior Partai Demokrat mengeluarkan peringatan keras kepada Pence agar kabinet mengusir Trump dari Gedung Putih. Jika Pence menolak, Kongres akan melancarkan proses pemakzulan, yang menjadikan Trump berpotensi menjadi panglima tertinggi AS pertama yang dimakzulkan kali kedua.

Pence membalas gertakan itu dengan mengirim surat kepada Nancy Pelosi, saat anggota parlemen memberikan suara. Pence menulis dia tidak akan memberikan tuntutan yang akan semakin memecah belah dan mengobarkan gairah saat ini.

"Minggu lalu, saya tidak menyerah pada tekanan untuk mengerahkan kekuasaan di luar kewenangan konstitusional saya untuk menentukan hasil pemilu," tulis Pence. "Kini saya tidak akan menyerah pada upaya parlemen memainkan permainan politik pada saat begitu serius bagi kehidupan bangsa kita."

Partai Republik keberatan dengan resolusi itu, tapi mengatakan tidak memaafkan tindakan presiden. Mereka khawatir Kongres bertindak tidak tepat dengan memberi tekanan pada Pence untuk bertindak.

"Tanggung jawab itu, meski berat, semata-mata ada di tangan wakil presiden. Tidak ada peran Kongres pada proses ini," kata Tom Cole, politisi Partai Republik dari Oklahoma.

Selama kunjungan ke Texas, Trump dengan kasir mengatakan; "Amandemenke-25 tidak berisiko bagi saya." Sedangkan Jim Jordan, orang kepercayaan Trump yang ikut dalam pertemuan Kongres, mengatakan proses yang dipimpin Partai Demorat benar-benar menakutkan.

"Saya sudah di Kongres 14 tahun, tapi belum pernah melihat yang seperti ini," kata Jordan. "Saya meminta Demokrat mempertimbangkan kembali resolusi itu."

Menurut politisi Partai Demokrat, saat paling mengerikan adalah ketika penyerbu memasuki Capitol Hill. "Anggota di sini, di kamar ini, tahu bahwa selama berjam-jam presiden menolak membalas panggilan minta bantuan saat penyerbutan terjadi," kata Mary Gay Scanlon, politisi Partai Demokrat dari Pennsylvania.