Ini Alasan CEP Masukan Mahathir Mohamad Dalam Daftar Ekstremis Paling Berbahaya di Dunia

Rabu, 13 Januari 2021 – 17:02 WIB

Mahathir Mohamad (Foto:Istimewa)

Mahathir Mohamad (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Eks Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dilaporkan masuk dalam daftar 20 ekstremis paling berbahaya di dunia. Daftar inin dikeluarkan oleh Counter Extremism Project (CEP), organisasi nonprofit yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS).

Politisi senior yang akrab dipanggil Dr M itu berada di peringkat 14 dalam daftar ekstremis paling berbahaya, bersama dengan sosok yang dianggap teroris oleh dunia.

CEP dalam ulasannya menuturkan, Mahathir masuk dalam daftar karena dianggap sosok kontroversial.

"Mahathir kerap mengkritisi negara Barat, komunitas LGBT, dan masyarakat Yahudi," ulas CEP dikutip World of Buzz, Rabu, 13 Januari 2021.

Organisasi nonprofit itu menerangkan, pada 2019 Dr M sempat menyebut ekstremisme bakal menyebar ke Asia Tenggara.

Dia menyebut, skenario itu akan terjadi karena pemerintah gagal membendung gelombang milisi yang berbondong-bondong ke kawasan tersebut.

Mereka juga menyoroti pernyataan mantan PM berusia 95 tahun itu saat seorang guru di Perancis dipenggal pada Oktober 2020.

Guru yang bernama Samuel Paty itu dibunuh Abdoullakh Anzorov, karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

Saat itu, Mahathir Mohamad menyebut, "Muslim berhak marah dan membunuh jutaan orang Prancis untuk pembantaian di masa lalu".

Selain itu, Dr M juga mengritisi Israel, dugaan dia anti-Semit, dan mendukung pemerintahan mandiri di Mindano, Filipina.

CEP menjelaskan, memang mantan PM Malaysia periode 1981-2003 itu tak bertanggung jawab untuk kekerasan tertentu. Namun, opini kontroversialnya menyebabkan kecaman internasional karena diduga dia mendukung kekerasan ekstremis melawan Barat.

Organisasi yang berdiri sejak 2014 itu mendasarkan daftarnya dari berbagai spektrum ideologi dan kepercayaan.

Mereka membuat daftar ekstremis paling berbahaya mulai dari ISIS, Ikhwanul Muslimin, maupun kelompok Buddha antimuslim di Myanmar yang dianggap ancaman bagi keamanan dunia.

Daftar ekstremis paling berbahaya nomor satu adalah Sekretaris Jenderal Hezbollah Hassan Nasrallah, organisasi yang berbasis di Libanon.