Empat Korban Teridentifikasi dengan Sidik Jari, Termasuk Pramugara Okky Bisma

Rabu, 13 Januari 2021 – 21:03 WIB

Tim DVI melaporkan sudah ada 3 korban SJ-182 lagi yang berhasil diidentifikasi (Foto: Hastina/REQnews)

Tim DVI melaporkan sudah ada 3 korban SJ-182 lagi yang berhasil diidentifikasi (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Tim DVI hingga kini sudah berhasil mengidentifikasi empat korban Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9 Januari 2021.

Kepala Pusat (kapus) Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Hudi Suryanto mengatakan, bahwa keempat korban diidentifikasi menggunakan sidik jari. 

“Alhamdulillah semuanya dari sidik jari, tapi kan kita rekonsiliasi, ketika sidik jari tunjukkan nama si A, properti yang dibawa si A contoh cincin, dan itu dikumpulkan di antemortem dan postmortem. Itu ditunjukkan kepada kita kalau dia memakai ini. Itu proses dicocok- cocokkan,” ujar Hudi di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa 12 Januari 2021.

Keempat jenazah itu adalah pramugara Okky Bisma, Co-pilot Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Khasanah. Hudi mengatakan bahwa identifikasi jenazah menggunakan sidik jadi adalah proses paling mudah, karena hanya menunggu hitungan menit. 

Berbeda dengan mengidentifikasi jenazah melalui DNA, yang memakan waktu maksimal sepuluh hari. "Kalau DNA itu kan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Artinya begini, kalau sudah tidak pakai sidik jari, baru pakai DNA, karena DNA itu butuh waktu lama, sementara sidik jari hitungan menit saja. Begitu jenazah kita periksa sidik jarinya, kita tempelkan hitung menit saja sudah keluar begitu. Tergantung juga database nya, kalau database di dukcapil kuat, itu juga langsung connect,” ujarnya.

Namun bukan berarti DNA tidak dipakai untuk melakukan identifikasi. DNA tetap dipakai, kata dia, sebagai penguat saat jenazah teridentifikasi lewat sidik jari.

“Nanti ketika DNA sudah berjalan, seminggu atau dua minggu keluar hasil dari DNA, menunjukkan identitas yang sama, itu menunjukkan satu kekuatan identifikasi lagi. Jadi bukan hanya satu cara identifikasi seseorang itu,” katanya.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopemas) Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, bahwa DNA yang dikumpulkan sudah cukup banyak. Sehingga memudahkan tim untuk melakukan identifikasi.

"Penggunaan DNA nanti merupakan jalan terakhir yang digunakan oleh Tim DVI untuk mengidentifikasi daripada korban," ujar Rusdi, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 12 Januari 2021.