Ini Pesan Syekh Ali Jaber Sebelum Wafat

Kamis, 14 Januari 2021 – 13:01 WIB

Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber

JAKARTA, REQnews - Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka kembali menyelimuti umat Islam Tanah Air. Pendakwah Syekh Ali Jaber dikabarkan meninggal dunia. 

Kabar ini dibenarkan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi, Kamis, 14 Januari 2021. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah wafat Syekh Ali Jaber, saya sedang menuju RS Yarsi Jakarta Pusat," ujar dia. Secara detail, Habib Abdurrahman belum menjelaskan penyebab meninggalnya dai asal Madinah, Arab Saudi itu.

Sebelum dirawat di rumah sakit karena terkonfirmasi positif Covid-19, Syekh Ali Jaber sempat melakukan isolasi mandiri. Ulama kharismatik itu dilaporkan semakin menunjukkan perkembangan yang baik selama menjalani perawatan.

Melalui unggahan di akun Instagram Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman mengatakan para dokter menyebut Syekh Ali tidak dalam kondisi kritis. Walaupun hingga kini pendakwah kondang ini masih memerlukan perawatan di Rumah Sakit.

"Alhamdulillah wa syukurillah, berdasarkan laporan observasi medis harian, keadaan Syekh Ali Jaber hari ini selasa 5 januari 2021 menunjukkan perkembangan yng amat baik," ujar Habib Abdurrahman Al-Habsyi Selasa lalu, 5 Januari 2021.

Sebelum wafat, melalui video di YouTube soal Syekh Ali Jaber pernah bercerita kisah perjuangannya di Lombok. Bahkan, kakek Ali Jaber syahid saat melawan penjajah di Lombok.

“Ketika saya di Lombok ini, saya jauh merasa nyaman. Karena ada ceritanya. Pertama saya berjuang di Indonesia memang di Lombok, anak lahir di Lombok," ujar Ali Jaber dalam channel sasak update, Senin lalu, 4 Januari 2021.

"Kakek saya meninggal mati syahid melawan penjajah jepang di Lombok. Bahkan ayah dari ibu saya sendiri termasuk dia juga kelahiran Indonesia di Bumiayu dan adiknya juga kelahiran Lombok,” sambungnya.

Syekh Ali Jaber melanjutkan, Lombok adalah salah satu pulau yang dia sukai di Indonesia. “Hubungan saya dengan Lombok bahkan saya bercita-cita Ya Allah walaupun saya memilih, memohon meninggal di Madinah. Kalau saya ditetapkan meninggal di Indonesia, mohon saya mau dimakamkan di Lombok. Lombok termasuk pulau kesayangan saya,” pungkasnya.