Bikin Terharu! Cerita Syekh Ali Jaber Raih Penghargaan hingga Jadi Korban Penusukan

Kamis, 14 Januari 2021 – 17:01 WIB

Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)

Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Syekh Ali Jaber, ulama asal Kota Nabi yang  baru tutup usia ini dicintai banyak  umat. Setiap perkataannya santun dan menyejukkan hati juga mudah dipahami masyarakat Indonesia.

Tak heran jika dirinya mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu. Syekh Ali diberikan kepercayaan secara resmi menyandang status sebagai seorang Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2011.

Melalui tayangan YouTube Deddy Corbuzier yang diunggah pada Rabu 16 September 2020 itu, ia menceritakan bagaimana perasaan ketika menjadi seorang WNI. "Ketika saya dapat penghargaan dari bapak SBY jadi Warga Negara Indonesia. Banyak orang mengucapkan selamat, saya nangis," ujar Syekh Ali Jaber.

Namun, ia menganggap bahwa penghargaan yang diterimanya akan menjadi beban tanggungjawab besar sebagai seorang Warga Negara Indonesia. "Ya Allah saya terima penghargaan ini tapi bagi saya beban, bukan sebuah kemuliaan. Karena saya dengan kepercayaan itu menjadi WNI berarti saya hidup sebagai rakyat Indonesia," katanya.

Ia pun bertekad agar bisa menjaga kepercayaan dan penghargaan itu. Sehingga tidak menjadi beban bagi Indonesia. "Kalau saya tidak bisa menjaga nama baik negara Indonesia, lebih baik cabut warga negara," tegas ulama asal Kota Madinah itu.

Ia pun berusaha tulus, Syekh Ali tidak merasa malu jika ada kesalahan dan mendapatkan teguran. "Kalau saya ada salah, saya dapat masukan dari kiai, habib atau siapa, saya tidak ada rasa malu untuk segera minta maaf," lanjutnya.

Seperti sebelumnya, ketika mendapatkan protes dari masyarakat saat dirinya terekam dalam video takbiran yang diiringi musik dan beberapa orang berjoget-joget. "Saya diam saja, saya bilang 'terima kasih banyak nasihat buat saya'," katanya.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu ia juga sempat mendapatkan musibah ketika mengisi pengajian di Masjid Falahudin, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Ulama berusia 44 tahun ini sempat menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal pada September 2020 lalu.

Pelaku yang diketahui bernama Alpin Andrian (AA) mengarahkan pisau ke bagian leher dan dada Syekh Ali Jaber. Namun, tusukan tersebut berhasil dihindari, meski ia harus mengalami luka di bahu kanannya.

Bukannya marah, Syekh Ali Jaber malah meminta jamaah untuk tidak memukuli pelaku. Ia merasa kasihan melihat pelaku dan meminta jemaah agar segera menyerahkannya ke polisi. "Saya kasihan. Saya katakan, 'sudah cukup, sudah, serahkan ke polisi'," ujar Syekh Ali.

Ketika pelaku meminta maaf kepada Syekh Ali Jaber secara daring, ia pun mengatakan telah memaafkan pelaku AA sejak hari pertama kejadian itu. "Dari hari pertama sejak kejadian, kamu (pelaku AA) sudah saya maafkan," ujarnya.