Lisa M. Montgomery Perempuan Pertama di AS yang Dieksekusi Mati Dulu Korban Pelecehan Seksual

Kamis, 14 Januari 2021 – 19:31 WIB

Lisa M. Montgomery (Foto: Istimewa)

Lisa M. Montgomery (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Merinding, meringis, dan merintih mungkin itu yang dirasakan ketika membaca kasus Lisa M. Montgomery. Montgomery lahir di Melvern, Kansas, Amerika Serikat pada 27 Februari 1968. Dia menjadi perempuan pertama yang dieksekusi mati lagi setelah Amerika vakum dalam kurun waktu 70 tahun terakhir.

Pemerintah federal terakhir kali mengeksekusi mati seorang wanita pada tanggal 18 Desember 1953, bernama Bonnie Brown Heady yang melakukan penculikan dan pembunuhan seorang anak lelaki berusia enam (6) tahun di Missouri, Amerika Serikat.

Montgomery disuntik mati pada 13 Januari 2021. Dia adalah terpidana pembunuhan terhadap ibu dengan usia kehamilan 8 bulan, Bobbie Jo Stinnett. Montgomery dihukum mati dengan suntik pentobarbital yang mematikan di penjara Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat

Apa itu pentobarbital? Pentobarbital adalah barbiturat yang digunakan untuk mengobati kecemasan dan gangguan kejang juga sebagai obat bius. Jika digunakan dalam dosis tinggi maka akan mengakibatkan kematian karena memperlembat aktivitas otak dan sistem saraf. Obat ini jugalah yang merenggut nyawa penyanyi Michael Jackson.

Kronologis Pembunuhan Bobbie Jo Stinnett

Kisah tragis tersebut berawal dari perkenalan Montgomery dan Bobbie Jo Stinnett via online. Mereka dipertemukan takdir karena kesamaan kecintaan mereka terhadap Anjing. Obrolan mereka berlanjut di ruang obrolan Tikus Terrier yang disebut “Ratter Chatter”. Komunikasi mereka terus berlanjut yang awalnya hanya mengobrol seputar komunitas pecinta Anjing mereka juga saling berbagi kisah kehamilan. Saat itu Montgomery memberi tahu Stinnett (korban) bahwa dia sedang hamil.

Tepatnya pada 16 Desember 2004 hari kematian Stinnett pun datang. Hari itu Stinnett sedang menunggu seseorang bernama Darlene Fischer yang mengaku akan membeli anak anjingnnya. Diwaktu yang bersamaan Montgomery berkendara menuju rumah Stinnett sejauh 281,5 km (175 mil) dari rumahnya di Kansas ke Skidmore. Dia memiliki janji untuk melihat-lihat anak Anjing Stinnet. Siapa sangka Darlene Fischer hanyalah nama samaran yang digunakan oleh Montgomery. Stinnett terkejut ketika membuka pintu yang terlihat adalah Montgomery.
Tidak butuh waktu lama, Montgomery langsung mencekik leher Stinnett dengan seutas tali. Dia juga membelah perut Stinnett yang sedang hamil menggunakan pisau dapur dan mengeluarkan bayi dalam kandungan Stinnet kemudian dia membawa pergi bayi malang itu. Stinnet meninggal kehabisan darah, menyisakan kematian yang sungguh tragis.

Pada tahun 2007, Montgomery divonis bersalah dan juri  menolak klaim pengacara jika Montgomery mengalami delusi. Dia divonis hukuman mati dibawah kepemimpinan Presiden Donal Trump. Eksekusi dilakukan seminggu sebelum pelantikan presiden Joe Biden, seorang Demokrat yang menjabat pada 20 Januari. Padahal Biden mengatakan dia akan berusaha untuk mengakhiri hukuman mati federal. Namun. hidup Montgomery kini sudah berakhir.
 
Kehidupan Lisa M. Montgomery
Kita memang tidak bisa memilih dilahirkan dimana, oleh siapa dan dimana kita dilahirkan. Montgomery bisa dikatakan tidak beruntung. Dia terlahir dari seorang ibu bernama Judy Shaughnessy yang sudah punya kebiasaan buruk minum alkohol bahkan saat Montgomery masih dalam kandungan. Itu adalah pengakuan dari ayah kandung Montgomery. Montgomery lahir dari sindrom alkohol janin.
Montgomery juga kerap mendapat pelecehan seksual oleh kekasih ibunya. Saat itu Ayah kandungnya pergi meninggalkan rumah. Montgomery tinggal Bersama Mattingly saudara tirinya. Ibunya juga sering melakukan perlakuan kasar kepada Montgomery dan Mattingly seperti memukul, menutup mulut Montgomery atau mendorong ke salju dalam keadaan telanjang. Mereka juga diperkosa secara bergantian oleh pacar ibunya.
 
"Judy manipulatif dan saya benci menggunakan kata ini, tapi - jahat. Dia senang menyiksa orang-orang di sekitarnya. Dia mendapat kegembiraan darinya." kata Mattingly
 
Menurut wawancara dengan saudara tirinya dan orang lain yang menghabiskan waktu bersama keluarga, ayah tiri Montgomery membangun gudang di trailer tempat dia, dan akhirnya teman-temannya, memperkosa dan memukulinya. Ibunya juga mulai memperdagangkannya, membiarkan tukang seperti tukang listrik dan tukang pipa melakukan pelecehan seksual terhadap Montgomery dengan imbalan pekerjaan di rumah tersebut.
Pengacara Kelley Henry mengatakan salah satu hal yang paling mengganggunya adalah bahwa orang dewasa yang memegang kekuasaan diberi tahu tentang apa yang sedang terjadi tetapi tidak melakukan apa pun.
 
Bahkan pada umur 18 tahun, Montgomery menikah dengan saudara tirinya dan memiliki 4 orang anak.
 
 
"Itu kekerasan dan seperti adegan dari film horor," katanya dalam sebuah pernyataan. "Saya merasa mual menonton video itu. Saya tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana berbicara dengan saudara perempuan saya tentang hal itu." Kata pengakuan saudara tirinya.
 
Henry pengacara Montgomery  mengatakan ini adalah tanda awal dari penyakit mentalnya, yang meliputi gangguan bipolar, gangguan stres pasca-trauma kompleks, gangguan disosiatif, dan cedera otak traumatis.
 

Jika dapat disimpulkan maka perbuatan yang dilakukan oleh Montgomery adalah hasil dari proses yang dia alami sedari dia dalam kandungan. Sayangnya, tidak ada proses yang baik yang dia lalui dan berakibat pada traumatis yang sangat berat.

Analisis pengacara Montgomery

Pengacara Montgomery berpendapat bahwa dia adalah korban pelecehan yang sakit jiwa dan pantas mendapatkan belas kasihan. Pengacara Montgomery percaya bahwa pada saat kejahatan terjadi, Montgomery psikotik dan tidak berhubungan dengan kenyataan

Dia berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh  Montgomery adalah kombinasi pelecehan yang mengerikan selama bertahun-tahun ditambah serangkaian masalah psikologis. Bukan hanya pelecehan tetapi juga penyiksaan yang luar biasa.

Kesimpulannya pengacara Montgomery mengemukakan satu teori mengenari rantai peristiwa yang menyebabkan pembunuhan. Montgomery berfantasi sedang mengalami kehamilan. Dia takut mantan suaminya akan mengungkapkan kebohongannya tentang kehamilannya (padahal tidak sedang hamil) dan menggunakannya untuk melawannya saat dia mencari hak asuh atas anak-anak mereka.Dikarenakan ketakutan luar biasa tersebut dia akhirnya berpikir untuk memiliki seorang bayi, yaitu bayi Stinnett.

 

Terlepas dari adil atau tidak hukuman mati baik bagi Montgomery dan keluarga Stinnett, pemerintah Amerika Serikat sudah abai dengan penyembuhan traumatis yang mungkin jika disadari sedari awal tidak akan menyebabkan terjadinya pembunuhan.