Nah Loh, Komnas HAM Klarifikasi Tak Ada Pelanggaran HAM Berat Penembakan Laskar FPI

Kamis, 14 Januari 2021 – 22:32 WIB

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Foto:Istimewa)

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Foto:Istimewa)

 

JAKARTA, REQNews - Banyak informasi yang tidak tepat menurut Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) atas temuan mereka terhadap kasus penembakan laskar FPI, karenanya Komnas HAM memberikan klarifikasi.

Komnas HAM mengklarifikasi banyaknya informasi yang menyebut kasus penembakan laskar FPI adalah jenis pelanggaran berat dan akan dibawa ke Mahkamah Internasional.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik meluruskan kesimpulan-kesimpulan yang beredar tersebut.

Komnas HAM menegaskan bahwa ada pelanggaran HAM dalam insiden di KM 50 Tol Cikampek tersebu. Tetapi itu bukan pelanggaran HAM berat.

"Kami menyampaikan sebagaimana sinyalemen di luar banyak beredar bahwa ini dikatakan, diasumsikan, sebagai pelanggaran HAM yang berat. Kami tidak menemukan indikasi ke arah itu," kata Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers bersama Menko Polhukam Mahfud Md, Kamis 14 Januari 2021.

Taufan Damanik mengungkapkan sebuah pelanggaran HAM berat punya sejumlah indikasi yang harus terpenuhi.

Sekali lagi dia menegaskan kasus tewasnya laskar FPI tak terindikasi sebagai pelanggaran HAM berat.

"Karena untuk disebut sebagai pelanggaran HAM berat tentu ada indikator, ada kriteria, misalnya ada satu perintah yang terstruktur, terkomando, dan lain-lain, termasuk juga indikator isi, ruangan, kejadian, dan lain-lain," ucap Taufan Damanik.

"Itu tidak kita temukan karena itu memang kami berkesimpulan ini merupakan satu pelanggaran HAM karena ada nyawa yang dihilangkan," imbuh dia.

Komnas HAM merekomendasikan kasus tewasnya laskar FPI dibawa ke peradilan pidana. Laskar FPI ini tewas ditembak petugas kepolisian karena terlibat bentrok.

"Untuk selanjutnya kami rekomendasikan agar dibawa ke peradilan pidana untuk membuktikan apa yang kita indikasikan sebagai unlawful killing," ucap Taufan Damanik.