Cina Sedang Melakukan Genosida di Xinjiang, AS Tunggu Kebijakan Joe Biden

Jumat, 15 Januari 2021 – 06:22 WIB

Foto: foreignpolicy.com

Foto: foreignpolicy.com

Washington, REQNews.com -- Cina kemungkinan melakukan genosida terhadap Uighur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

Komite Eksekutif Kongres untuk Cina (CECC), Kamis 14 Januari, mengatakan bukti baru muncul dalam setahun terakhir yang menunjukan kejahatan terhadap kemanusiaan -- dan mungkin genosida -- sedang terjadi.

CECC juga menuduh Cina melecehkan warga Uighur di AS.

Cina dikutuk secara luas karena mendirikan kamp interniran di Xinjiang, yang disebutnya sebagai 'pusat pelatihan kejuruan untuk membasmi ekstremisme' dan memberi ketrampilan baru. Banyak yang menyebut itu adalah kamp konsentrasi.

PBB mengatakan setidaknya satu juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya ditahan di Xinjiang.

Para pemimpin agamaan, kelompok aktivis, dan lainnya, mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan -- termasuk genosida -- sedang terjadi di Xinjiang. Beijing membantah tuduhan itu.

Laporan CECC menyeru keputusan resmi AS tentang apakah kekejaman sedang dilakukan di Xinjiang, dan keputusan semacam itu diperlukan dalam 90 hari sejak UU disahkan pada 27 Desember 2020.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mempertimbangkan tekad itu, meski gejolak itu. Namun banyak pejabat di Washington mengecilkan kemungkinan itu.


Mengejutkan

Jim McGovern, ketua bersma CECC dan perwakilan Partai Demokrat, mendesak Kongres dan pemerintahan Joe Biden yang akan datang meminta pertanggung-jawaban Beijing.

"AS harus terus mendukung rakyat Cina dan memimpin dunia dalam satu tangapan terkoordinasi melawan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Beijing," katanya.

Para ahli mengatakan penentuan genosida akan sangat memalukan bagi Cina, raksasa ekonomi terbesar di dunia dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Namun situasi itu juga akan menimbulkan masalah bagi Biden, dan memperumit hubungan dengan Beijing, meski saat kampanye mengatakan genosida sedang terjadi di Xinjiang.

Oktober lalu, Robert O'Brien -- penasehat keamanan nasional Presiden Donald Trump -- mengatakan Beijing melakukan sesuatu yang mendekati genosida di Xinjiang, dengan merujuk pada kamp konsentrasi di wilayah itu.

Di bawah hukum internasional, kejahatan terhadap kemanusiaan didefinisikan sebagai kejahatan meluas dan sistematis, sedangkan beban pembuktian genosida -- untuk menghancurkan sebagian populasi -- bisa lebih sulit dibuktikan.

Jika AS secara resmi menyebut Cina melakukan genosida, negara lain harus berpikir keras berbisnis dengan Cina. Xinjiang adalah pemasok kapas terbesar di dunia.

AS sejauh ini memberlakukan larangan impor kapas dari Xinjiang.