Rugikan Negara hingga Rp1,3 Triliun, Bupati Manggarai Barat Jadi Tersangka Sengketa Lahan

Sabtu, 16 Januari 2021 – 04:35 WIB

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula (Foto: Istimewa)

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Agustinus Ch Dula ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli tanah di Labuan Bajo yang merugikan negara sebesar Rp 1,3 triliun. Penetapan status tersangka itu dilakukan oleh Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Kamis 14 Januari 2021.

"Tadi setelah diperiksa di Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, saksi Agustinus Ch Dula, langsung ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati NTT Abdul Hakim, Kamis 14 Januari 2021.

Selain Agustinus, kata dia, pihaknya juga menetapkan 16 saksi lainnya sebagai tersangka. Para tersangka, kemudian diterbangkan dari Labuan Bajo ke Kejaksaan Tinggi NTT di Kupang, untuk penahanan.

Namun, Bupati Agustinus, hingga saat ini belum ditahan Jaksa. "Nanti untuk penjelasan mengenai Bupati Manggarai Barat belum ditahan, akan disampaikan langsung oleh Bapak Kajati NTT," katanya.

Diketahui, Kejati NTT tengah menangani kasus penjualan tanah di Labuan Bajo milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seluas 30 hektar yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,3 triliun. Kasus yang berawal dari laporan masyarakat itu kini masih dalam tahap penyelidikan.

Hingga kini, Kejati NTT sudah memeriksa lebih dari 100 orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Kabid Aset, dan ahli waris Ketua Adat Ramang Ishaka.

Kasus tersebut, juga menyeret mantan staf khusus Presiden Joko Widodo Gories Mere dan presenter Karni Ilyas. Keduanya diperiksa sebagai saksi oleh jaksa penyidik.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) juga menyita dua bangunan hotel di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis 17 Desember 2020. Bangunan tersebut disita karena berdiri di lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat yang tengah berproses hukum.

Hotel yang beralamat di Kranga dan di Lamtoro, Jalan Alo Tania, Labuan Bajo itu, dimiliki oleh Veronika Sukur yang juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.