Dua Kali Lamar Jadi Menteri Jokowi Gagal, Guru Besar USU Kok Ngamuk SBY-AHY?

Senin, 18 Januari 2021 – 01:03 WIB

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk

JAKARTA, REQnews - Nama Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk, mendadak ramai jadi perbincangan. Namun yang ramai dibahas bukan karena prestasi atau karyanya, tapi karena cuitannya di akun twitter miliknya.

Di akun tietternya, @ProfYLHYusuf, Leonard menulis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bodoh terkait persoalan vaksinasi COVID-19. Dia juga menyinggung SBY sok suci. Akun tersebut juga mengunggah cuitan yang menyebut AHY bodoh terkait jatuhnya sebuah pesawat. Dia menyebut AHY bodoh serta meminta AHY belajar mengenai sejarah jatuhnya pesawat.

Belakangan, Leonard kembali bikin heboh lantaran pengakuannya telah mengirim curriculum vitae (CV) hingga surat lamaran jabatan menteri kepada Presiden Joko Widodo. Ternyata, Yusuf Leonard Henuk sudah dua kali mengirimkan surat lamaran ke Jokowi.

"Sekali di periode I dan sekali di periode II," ujarnya, Minggu, 17 Januari 2021. Namun, ia tak menjelaskan secara detail soal surat lamaran ke Jokowi yang dikirim pada periode I. Namun, ia menyebut surat tersebut masih berkaitan jabatan menteri.

Ia berharap Jokowi mempertimbangkan CV dan surat lamaran yang dikirimnya itu. "Waktu itu saya hanya kirim ke dia, bahwa baca ini CV saya kemudian jabatan apa yang menurut bapak ya terserahlah. Itu dilihat tolong dipertimbangkan CV saya kalau misal ini saya siap untuk dipanggil wawancara kan itu. Intinya perkenalan diri, intinya itu ini lihat CV saya, Pak," katanya.

Menurut Leonard, surat lamaran jabatan menteri yang dikirimkan ke Jokowi itu hal yang biasa. Ia mengaku, mengirim surat lamaran itu bertepatan ketika ada dua menteri Jokowi yang ditangkap KPK.

"Saya memang kirim itu kan dulu ada dua jabatan kosong itu kan, maka dari itu saya kirim itu saya perkenalkan diri saya di CV. Kan perkenalkan dirikan biasa, tidak salah kan perkenalkan diri ke presiden. Kan kebetulan ada jabatan kosong saya lamarkan kalau nggak dapat ya, kan jabatan saya tetap," ujarnya.

Yusuf Leonard Henuk kemudian membandingkan dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, apa yang dilakukannya lebih baik daripada AHY.

"Ini saya lebih bagus kirim CV, dari pada AHY kan tiap kali reshuffle kan jalan-jalan keliling, mondar-mandir ke Istana, kan tidak diangkat kan. Ini karena ini yang grup-grupnya SBY, Demokrat, AHY makanya saya bilang kalau kita berdua dipanggil untuk direkrut terbuka, saya yang dipilihlah di tingkat pendidikan begitu dipilih, kalau misalnya kami berdua di laga, dipanggil untuk presentasi, pasti saya yang dipilih, dinilai oleh pakar saya yakinlah. masak sudah senior gini tidak dipakai kalau misalnya," ucap Yusuf Leonard Henuk.

Meski demikian, ia mengaku tak masalah jika surat lamarannya itu tidak direspons Jokowi. Sebab, itu bagian dari usaha yang dilakukannya. "Itu namanya usahakan, tidak dibales kan tidak apa-apa. Kan emangnya harus dibales, tidak kan," tuturnya.

Terkait cuitan Leonard terhadap SBY dan AHY, USU menegaskan apa yang disampaikan guru besar itu merupakan ranah pribadi. Belakangan, Yusuf dilaporkan ke Polda Sumut terkait cuitannya itu. Laporan ini bernomor STTLP/75/I/2021/SUMUT/SPKT 'I'. Subanto mengatakan membuat laporan karena menilai cuitan Prof Yusuf menghina SBY dan AHY.