Langgar Aturan Prokes, Ini Sanksi yang Akan Diterima RS Ummi

Selasa, 19 Januari 2021 – 01:33 WIB

Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Hastina/REQnews)

Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Satgas COVID-19 sudah melakukan langkah antisipatif terkait dengan perawatan Habib Rizieq Shihab di RS Ummi, Bogor. Wali Kota Bogor, Bima Arya pun akan memberikan sanksi kepada RS Ummi.

Bima menilai, telah ditemukan adanya penyampaian informasi yang tidak benar dari pihak Rumah Sakit, terkait dengan kondisi Habib Rizieq Shihab yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Saya meminta langsung pihak Rumah Sakit untuk melakukan Swab terhadap seluruh nakes yang ada disitu," ujar Bima Arya di Gedung Bareskrim Polri, Senin, 18 Januari 2021.

Setelah itu, kata dia, pihak Satgas COVID-19 melakukan penelusuran kontan dan lain-lain. "Kemudian kan Pak Dirutnya (dr Tatat) kan terkonfirmasi positif, itu pun kami lakukan lagi penelusuran tracking dan lain-lain," ujar Ketua Satgas COVID-19 Kota Bogor itu.

Menurutnya, kejadian tersebut merupakan sebuah pelajaran terutama untuk Rumah Sakit, agar kooperatif. "Artinya, Satgas itu bukan kepo, satgas itu tidak berlebihan kita melakukan apa yang harus kita lakukan," kata dia.

Bima mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya bukanlah persoalan politik, atau persoalan apapun. "Ini persoalan protokol kesehatan yang harus dipatuhi," tegasnya.

Untuk itu, jangan ada lagi yang memperdebatkan tentang kewenangan Ketua Satgas COVID-19. "Semua sudah sesuai aturan, buktinya apa? ini COVID kan terus naik, kita melakukan itu untuk mencegah penularan COVID. Kalo rumah sakit tidak kooperatif bagaimana kita bisa memutus rantai penularan," ujar Bima.

Terkait dengan pemberian sanksi, ia mengatakan akan mempertimbangkan dengan Satgas. "Saya kan baru mendapatkan data tadi, konfirmasi, tentunya ini menjadi pertimbangan bagi satgas untuk memberikan sanksi," katanya.

Namun, Wali Kota Bogor itu mengatakan pasti akan memberikan sanksi terhadap RS Ummi. "Untuk sanksinya apa, akan kita dalami. Sanksinya pasti sesuai dengan aturan," ujarnya.

Sebelumnya, Tim penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan kasus tes Swab di RS Ummi, Bogor. Diantaranya ada Habib Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS Ummi Andi Tatat.

"Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan 3 (tiga) orang sebagai tersangka. Rizieq, dr Tatat, Hanif Alatas," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Senin 11 Desember 2021.