Ini Tanggapan FPI Soal Laskar Tertawa Saat Ditembak Polisi

Selasa, 19 Januari 2021 – 00:07 WIB

6 Laskar FPI yang Ditembak Polisi (Foto:Istimewa)

6 Laskar FPI yang Ditembak Polisi (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebutkan adanya Laskar Pengawal Rizieq Shihab tertawa-tawa saat bentrok senjata dengan polisi, pada Senin, 7 Desember 2020 dini hari. Pihak eks Front Pembela Islam (FPI) menyayangkan kesimpulan tersebut.

Hariadi Nasution, selaku kuasa hukum eks FPI menyayangkan kesimpulan hanya berdasarkan rekaman suara (voice note) dan bukan berdasarkan fakta di lapangan.

“Ya itu kan terjadinya para laskar yang mengalami, sementara Ketua Komnas HAM itu kan dia enggak mengalami, dia hanya mendengar rekaman voice note dan menyimpulkan hal itu dari voice note,” kata Hariadi, Senin, 18 Januari 2021.

“Sangat-sangat disayangkan, masa sekelas Komnas HAM menyimpulkan dari voice note itu laskar FPI ketawa-ketawa,” ucap dia.

Laskar FPI yang tertawa-tawa pada saat bentrok tersebut, menurut Hariadi, hal itu adalah usaha laskar FPI untuk tenang dalam menjaga pemimpinnya Rizieq Shihab.

Ia merasa heran dengan kesimpulan Komnas HAM yang menyebut suasana bentrok tersebut tidak mencekam hanya berdasarkan voice note.

“Kenapa dengan voice note saja dia bisa menyimpulkan suasana itu enggak tegang, enggak mencekam? jadi enggak ada yang meninggal dong? Mencekamlah itu sudah pasti, berapa peluru ke dalam tubuh setiap mantan laskar itu coba,” ucap dia.

Hariadi menilai, Komnas HAM terlalu cepat menyimpulkan apa yang menjadi temuannya tanpa melihat fakta bahwa yang meninggal ada enam orang laskar.

Ia juga menyayangkan aparat kepolisian yang pada akhirnya menembak anggota laskar FPI.

“Kalau melawan, menurut saya, enggak perlu juga dibunuh sampai kayak begitu, kan lihat sendiri jenazahnya itu kan hasil otopsinya seperti apa,” kata Hariadi.

Cara-caranya SOP-nya kan juga harus ada, misalnya ditembak peringatan atau apa biar mereka tahu ini polisi,” ucap dia.