AKP Muharam Dilaporkan ke Propam, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 19 Januari 2021 – 02:03 WIB

Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono Adipradono (Foto: Istimewa)

Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono Adipradono (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharam Wibisono dan Kanit Reskrim, Iptu Agam Tsaani dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait dugaan atas Arogansi dan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas. 

Keduanya dilaporkan oleh I Gusti Agung Sutan Wijaya, dengan surat bernomor SPSP2/12/I/2021/BAGYANDUAN terkait dengan dugaan penghinaan agama dan tempat ibadah, karena masih memakai sepatu saat memasuki ruang ibadah umat Hindu di dalam Mbargo EC.

Menanggapi laporan tersebut, Muharam mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat razia. Pasalnya, pelaporan itu terkait dengan operasi pelaksanaan pengawasan dan penindakan ketentraman dan ketertiban umum terhadap aktivitas tempat usaha yang beroperasi di malam pergantian Tahun 2021. 

Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kelapa Dua dalam melakukan penindakan.

"Kita melakukan pengecekan THM yang nekat beroperasi saat malam tahun baru. Kebetulan saat lewat di depan Mbargo ada suara musik, akhirnya kita mencoba masuk dan kita dapati sejumlah orang ada di club malam tersebut," ujar Muharam, Sabtu 16 Januari 2021.

Namun, Muharam mengatakan pihaknya tidak melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap tempat ibadah umat Hindu, dengan tidak melepas sepatu saat memasukinya. Karena, ia melanjutkan hat tak ada tempat ibadah di THM Mbargo. Dalam setiap ruangan, kata dia, dibentuk selayaknya ruang karaoke ataupun hiburan malam. 

"Tidak ada tempat ibadah, kita sisir semua ruangan yang berbentuk seperti room karaoke, sebagai antisipasi jangan sampai malah ada yang pesta narkoba," jelasnya. 

Muharam pun siap memberikan klarifikasi, jika nantinya dirinya beserta jajarannya di Polsek Kelapa Dua dipanggil propam. Hal tersebut terkait dugaan atas Arogansi dan ketidakprofesionalan dirinya dalam menjalankan tugas. 

"Ya kita akan berikan penjelasan kepada pihak Propam terkait operasi tersebut. Intinya kami dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kelapa Dua melakukan patroli tempat hiburan malam yang buka pada malam tahun baru sesuai dengan ketentuan yang ada," kata dia.