Beri Nama Gedung Grha Megawati, Netizen Serang Akun Instagram Bupati Klaten

Selasa, 19 Januari 2021 – 15:05 WIB

 Bupati Klaten Sri Mulyani (Foto:Istimewa)

Bupati Klaten Sri Mulyani (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Akun Instagram Bupati Klaten Sri Mulyani, @Yani_Sunarno diserang netizen. Sang bupati sebelumnyamengunggah sebuah video pembangunan gedung megah yang merupakan gedung pertemuan dan akan diberi nama Grha Megawati.

Dari unggahan tersebut diketahui, gedung seluas 5.000 meter persegi itu dibangun di atas lahan seluas 4 hektar, di Jalan Jogja-Solo, Desa Buntalan, Klaten Tengah.

Gedung dengan kapasitas 3.000 orang tersebut juga dekat dengan stasiun, terminal dan RSUD Klaten. Proses pembangunan diperkirakan selesai setahun mendatang.

Tas unggahan tersebut, Instagram Bupati diserang warganet, meski ada yang mendukung, tapi jumlah yang mempertanyakan juga cukup banyak.

Penamaan Gedung dengan nama Grha Megawati ini menimbulkkan pro dan kontra. Sebagian besar yang tidak setuju, mempertanyakan perihal penamaan gedung dan asal usul anggaran.

Seperti diketahui Sri Mulyani adalah ketua DPC PDIP Klaten, atas pro dan kontra tersebut Sri bergeming dan akan tetap menamakan gedung yang hampir selesai pembangunannya tersebut dengan nama Graha Megawati.

Sri Mulyani pun menerangkan jika penamaan gedung tersebut baru dalam rencana dan menunggu perizinan dari Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"kok ga nanya rakyatnya aja ya bu ? Kenapa meski Megawati? Tokoh nasional lainnya masih banyak sekali kenapa harus nama ibu mega ? Knp bukan nama2 seperti Pattimura, Cut Nyak Din, Kartini, Diponegoro atau ki Nartosando atau yang lain ?".

Warganet juga menanyakan asal usul anggaran pembangunan gedung tersebut. Mereka meminta Mulyani untuk meminta persetujuan rakyat melalui poling.

Menjawab pertanyaan warganet lainnya @indahpermana yang ingin tahu dasar penggunaan nama Megawati, Mulyani pun menjawab dengan kalimat santai.

"Sebagai penghormatan presiden wanita pertama di Indonesia. Rasa bangga dan penghormatan kpd presiden ke 5 Indonesia," katanya.

Sebagian besar warganet memang menyayangkan rencana penggunaan nama Megawati tersebut. Mereka meminta bupati memikirkan ulang atau mengganti nama tersebut dengan nama pahlawan lainnya atau dengan nuansa kearifan lokal Klaten. Apalagi gedung tersebut akan menggunakan anggaran APBD meski belum disebutkan jumlahnya.